Home / Sulsel

Minggu, 12 April 2026 - 11:46 WIB

Sinergi Muhammadiyah – Pemkot: Fokus Pendidikan, Sampah, dan Ekonomi Warga di Makassar

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Kota Makassar dan organisasi Muhammadiyah di Kota Makassar.

Fokusnya, dalam berbagai sektor strategis seperti pembangunan, pengelolaan sampah, hingga pengembangan urban farming.

Hal tersebut disampaikan Munafri, yang akrab disapa Appi saat memberikan sambutan pada kegiatan Syawalan 1447 H Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, yang digelar di Gedung BBPMP Sulsel, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Minggu 12 April 2026.

Dalam sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada keluarga besar Muhammadiyah Kota Makassar, atas peran aktifnya dalam mendukung pembangunan Kota.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah, menjadi kunci penting dalam mewujudkan kemajuan Kota Makassar.

“Pertemuan ini mungkin bukan yang pertama, tetapi menjadi bagian penting bagaimana pemerintah kota bersama organisasi besar seperti Muhammadiyah, terus membangun sinergi,” jelasnya.

“Dan bekerja sama, serta berkolaborasi untuk membangun Kota Makassar yang kita cintai,” sambung Appi.

Munafri menilai, organisasi Muhammadiyah merupakan elemen penting yang tidak terpisahkan dalam pembangunan kota.

Dengan banyaknya tokoh, kader, serta jaringan yang dimiliki, Muhammadiyah dinilai mampu memberikan kontribusi nyata dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Ia pun mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk terus berpartisipasi aktif dalam mendukung program-program pemerintah kota, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan.

“Khusus dunia pendidikan, keberadaan sekolah-sekolah Muhammadiyah harus tetap menjadi pilihan utama masyarakat,” katanya.

Pemerintah kota pun, mendorong kerja sama agar siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dapat diarahkan ke sekolah Muhammadiyah dengan skema pembiayaan ditanggung Pemerintah Kota.

“Ini bagian penting dalam menjaga kualitas pendidikan di Kota Makassar,” tutur orang nomor satu Kota Makassar itu.

Selain pendidikan, di sektor lingkungan, Munafri menilai persoalan sampah yang saat ini mencapai sekitar 1.000 ton per hari di Kota Makassar.

Ia mengajak Muhammadiyah untuk terlibat aktif dalam membantu pemerintah Kota dalam menyelesaikan persoalan tersebut melalui pendekatan edukasi di masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dapat menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat.

Dia mencontohkan pemilahan sampah plastik yang memiliki nilai jual hingga Rp6.000-Rp8.000 per kilogram, serta pengolahan sampah organik menjadi kompos.

“Ini bisa menjadi peluang, sumber penghasilan tambahan bagi keluarga, khususnya ibu rumah tangga, jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah Kota Makassar juga telah mengembangkan metode pengolahan sampah organik melalui sistem kompos berbasis rumah tangga dan pemanfaatan maggot (larva lalat) sebagai pengurai sampah.

Program ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah sekaligus mendukung sektor pertanian perkotaan atau urban farming.

Ia bahkan mengusulkan agar kader Muhammadiyah dapat membina minimal dua lorong sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah terintegrasi, yang hasil akhirnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Dari sampah menjadi maggot, dari maggot menjadi pakan ternak, dari kompos menjadi pupuk, lalu kita gunakan untuk urban farming,” terangnya.

“Ini sistem yang saling terhubung dan memberi manfaat langsung kebutuhan,” lanjut Appi.

Dia juga menambahkan, Kota Makassar saat ini tengah mendapatkan peluang investasi besar melalui proyek pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah dengan nilai investasi mencapai Rp3 triliun.

Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan solusi berkelanjutan terhadap persoalan lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menutup sambutannya, Munafri kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan ke depan.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Tidak ada yang bisa menyelesaikan ini sendiri, kecuali dengan membangun kolaborasi dan kerja sama,” pungkasnya.(jk)

Editor: Muh. Hamzah

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Baca Juga

Sulsel

Pawai Santri Semarakkan Festival Pondok Pesantren Tahun 2026

Sulsel

Wali Kota Munafri Sampaikan Aspirasi Pembangunan Makassar ke Komisi VII DPR RI

Sulsel

Hadiri Rapat Persiapan HUT Makassar, Sekwan DPRD Dukung Sinergi Antar Perangkat Daerah

ENREKANG

Karnaval Enrekang Curi perhatian di HUT Sulsel ke- 357

Sulsel

Resmikan RTLH di Pattalassang, Bupati Daeng Manye Targetkan BAZNAS Takalar Terbaik di Sulsel

SOPPENG

Bunda PAUD Soppeng Turun Memantau Revitalisasi di Tiga Satuan Pendidikan

Sulsel

Wujudkan Pelayanan Prima, Bupati Takalar Canangkan Pelayanan 5S

Sulsel

FORKOT Makassar 2026 Libatkan 15 Kecamatan, Target Olahraga Rekreasi Jadi Budaya Warga