“Capaian ini menunjukkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah yang cukup baik,” katanya.
Di sisi belanja, realisasi mencapai 91,39 persen. Meski belum maksimal, angka tersebut dinilai lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Namun demikian, ia mengakui adanya sejumlah kendala, terutama akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang berdampak pada pemangkasan transfer daerah.
“Akibatnya beberapa program tidak dapat dilaksanakan dan belanja infrastruktur menjadi terbatas,” ungkapnya.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemkab Takalar menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya evaluasi dan penyesuaian target pendapatan. Intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta retribusi
Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS, e-wallet, dan marketplace. Dan optimalisasi retribusi sektor pasar dan layanan publik. Serta penguatan pengawasan dan penegakan sanksi bagi wajib pajak
Tak hanya itu, pemutakhiran data wajib pajak, khususnya PBB-P2 juga terus dilakukan. Terkait Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), Pemkab Takalar memproyeksikan sebesar Rp34 miliar. Namun angka riil masih menunggu hasil audit BPK.
Menurutnya, ia menilai perbedaan angka yang muncul di fraksi disebabkan adanya komponen pendapatan yang belum masuk ke kas daerah. Sementara realisasi Belanja Tidak Terduga (BTT) hanya mencapai 14,42 persen atau sekitar Rp634 juta, karena penggunaannya memang dibatasi untuk kondisi darurat seperti bencana dan situasi mendesak.
Dalam sektor sosial, sebanyak 13.400 jiwa telah diverifikasi sebagai penerima bantuan melalui proses validasi lapangan oleh pendamping PKH yang mengacu pada data BPS.
Menutup penyampaiannya, Hengky Yasin menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas masukan dan rekomendasi yang diberikan.
“Seluruh catatan DPRD akan menjadi perhatian penting bagi kami dalam penyempurnaan penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” tutupnya.
Rapat paripurna ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mendorong pembangunan Kabupaten Takalar yang lebih maju dan berkelanjutan.(jk)
















