Menariknya, turnamen ini tidak hanya menjadi eksklusif bagi alumni, tetapi juga merangkul elemen masyarakat yang lebih luas. Keterlibatan aktif Komunitas Domino D2 (Alumni SMANSA 82 dan simpatisannya) memberikan warna tersendiri dalam kompetisi, menciptakan interaksi sosial yang inklusif sekaligus membuka keran kolaborasi antarberbagai komunitas di Makassar.
Sepanjang acara, atmosfer penuh keceriaan mendominasi setiap sudut kafe. Para peserta tampak begitu menikmati setiap sesi pertandingan, di mana konsentrasi tinggi sesekali pecah oleh canda tawa renyah, memperlihatkan betapa kuatnya kedekatan emosional yang telah mereka bina selama puluhan tahun terakhir.
Ketua Umum IKA SMANSA 82 pun menaruh harapan besar agar inisiatif positif semacam ini terus berlanjut di masa depan. Ia memproyeksikan program-program serupa tidak hanya sebagai hiburan semata, namun bertransformasi menjadi sebuah gerakan nyata bagi para alumni untuk terus berkontribusi bagi masyarakat sambil menjaga nilai-nilai kebersamaan.
Setelah pertarungan strategi selama empat jam yang memperebutkan total hadiah jutaan rupiah dan plakat bergengsi, muncul nama-nama pemenang yang berhasil menguasai meja. Mamat keluar sebagai Juara 1, disusul H. Darwis (Juara 2), H. Kadiliah (Juara 3), dan Sahadat (Juara 4), sementara posisi 5 hingga 8 secara berurutan ditempati oleh Abdi, Iskandar, Dodhy, serta Rais Abdullah.
Seremoni penyerahan hadiah dilakukan dengan penuh apresiasi oleh para tokoh yang hadir. Pemberian uang tunai dan plakat diserahkan secara bergantian oleh Oka Sudarsana, SE (mewakili Ketua Umum IKA SMANSA 82), Tokoh Pers Sulsel Dr. H.M. Dahlan Abubakar, M.Hum, Pemimpin Umum Media Pedomanrakyat.co.id Ardhy M. Basir, Ketua Panitia Turnamen Domino James Wehantouw, serta wartawan senior dari Bogor Drs. Moh. Supriyadi Syarifuddin sebagai penutup manis rangkaian acara. (*)
















