Home / Feature

Rabu, 29 April 2026 - 10:30 WIB

CAJ SEPAKAT BANGUN KEMITRAAN STRATEGIS DENGAN PLATFORM DIGITAL

Yono Hartono, Wakil Direktur CAJ PWI Pusat dan Wakil Ketua Umum SMSI Pusat.

Yono Hartono, Wakil Direktur CAJ PWI Pusat dan Wakil Ketua Umum SMSI Pusat.

MEDIASINERGI.CO
Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah dunia jurnalistik secara sangat cepat. Media cetak, televisi, radio, hingga media daring kini berada dalam satu ruang kompetisi global yang sangat ketat.

Dalam situasi seperti ini, organisasi Confederation of ASEAN Journalists atau CAJ memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa insan pers di kawasan ASEAN tidak hanya menjadi penonton dalam arus transformasi digital dunia, tetapi juga menjadi pemain utama yang mampu menentukan arah masa depan informasi dan komunikasi publik di kawasan Asia Tenggara.

Negara-negara yang tergabung dalam CAJ mulai menyadari bahwa kekuatan media masa depan tidak lagi hanya berada pada kepemilikan perusahaan pers konvensional, tetapi juga berada pada penguasaan teknologi digital, distribusi algoritma informasi, kecerdasan buatan, pengelolaan data publik, hingga kemampuan membangun ekosistem platform media yang mandiri dan berdaulat. Karena itu, muncul kesepakatan strategis di antara negara-negara anggota CAJ untuk membuka ruang kemitraan yang lebih luas dengan berbagai perusahaan platform digital yang menjalankan operasional bisnisnya di kawasan atmosfer ASEAN.

Baca Juga:  Uang Panai di Mata Anak Muda, Ini Fatwa MUI Sulsel

Kemitraan strategis tersebut diarahkan untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan antara perusahaan platform digital dengan organisasi media dan komunitas jurnalis di negara-negara ASEAN. Selama ini, perusahaan-perusahaan digital global memperoleh keuntungan ekonomi yang sangat besar dari lalu lintas informasi dan konsumsi konten masyarakat ASEAN. Namun dalam praktiknya, banyak perusahaan media lokal mengalami tekanan ekonomi akibat perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang beralih ke platform digital global.
Karena itu, CAJ memandang perlunya keseimbangan baru dalam hubungan antara media pers dengan perusahaan platform digital.

Baca Juga:  Aksi Simpatik Satlantas Polres Wajo, Bagi-bagi Masker Hingga Sembako ke Warga

Hubungan tersebut tidak boleh hanya bersifat eksploitatif secara bisnis, melainkan harus mengandung semangat kolaborasi, keberlanjutan industri pers, perlindungan kebebasan pers, peningkatan kapasitas jurnalis, dan penguatan literasi digital masyarakat ASEAN.

Share :

Baca Juga

Feature

RESIKO PUNYA PRESIDEN MANTAN JENDERAL MILITER

Feature

STRATEGI SHADOW POWER: BAGAIMANA OPERASI INTELIJEN, MEDIA GLOBAL, DAN TEKNOLOGI DIGITAL MEMBENTUK POLITIK DUNIA MODERN

Feature

TANGISAN IBLIS DI DEPAN PINTU LANGIT

Feature

Inspirasi Delapan Perempuan Tangguh Mesir Warnai Koleksi Lebaran

Feature

Pembangunan Depo Peti Kemas untuk Perkuat Logistik Papua Selatan, Bappenas Tinjau Pelabuhan Merauke

Feature

Kalender Hijriah dengan Perhitungan Penanggalan Islam

Feature

Bakal Dibangun Rumah Adat Kuno Sawerigading Menjadi Aikon Wisata

Feature

Ramadhan Wadah  Terbaik Meningkatkan Ketakwaan