Ia menambahkan, bagi pelaku usaha, kerja sama ini membuka akses pasar baru, meningkatkan volume penjualan produk lokal, serta mendorong transfer pengetahuan dan teknologi.
Nuriksan juga memaparkan potensi sektor unggulan Takalar, khususnya pertanian hortikultura yang menunjukkan tren peningkatan produksi dalam beberapa tahun terakhir.
Komoditas seperti cabai besar, cabai rawit, dan bawang merah menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Selain itu, sektor perikanan juga menjadi daya tarik utama bagi investor. Potensi sumber daya alam yang melimpah dinilai mampu mendukung pengembangan industri berbasis ekspor.
“Kami berharap ada sinkronisasi antara potensi yang kami miliki dengan kebutuhan pasar atau industri yang dikelola para investor,” jelasnya.
Ia menegaskan, kerja sama yang terjalin nantinya harus memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.
Pertemuan ini merupakan bagian dari strategi promosi investasi daerah di tingkat internasional.
Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis, langkah ini dapat menarik minat investor untuk menanamkan modal sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















