Home / Sulsel

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:16 WIB

Wali Kota Munafri: IGS 2026 Jadi Pintu Masuk untuk Gaet Investor Internasional

Namun, ia menegaskan setiap usulan tetap harus melalui proses kurasi agar kualitas penawaran tetap terjaga.

Tak hanya itu, pentingnya peran moderator atau pemandu acara yang memiliki pemahaman kuat tentang iklim investasi, sehingga forum dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dengan berbagai arahan tersebut, Munafri berharap pelaksanaan IGS Diplomatic Tour 2026 di Makassar benar-benar memberikan dampak nyata, khususnya dalam menarik investasi dan memperkuat jejaring kerja sama internasional.

“Kalau dari kegiatan ini lahir investasi besar yang masuk ke Makassar, itu berarti kita berhasil. Itu yang kita kejar,” pungkasnya.

Sedangkan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, Mario Said, menjelaskan seluruh persiapan tengah berjalan secara intensif dengan mengacu pada arahan dan koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Untuk persiapan IGS tahun 2026 ini, pelaksanaannya direncanakan sesuai dengan akurasi dari Kemenlu,” ujarnya.

“Insya Allah kegiatan akan dilaksanakan di Hotel Indra Makassar, dengan menggunakan dua ruangan utama, yakni Ruang Macora I dan Macora II,” sambungnya.

Mario mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah fokus pada penyusunan dan kurasi profil potensi investasi Kota Makassar, termasuk profil perusahaan-perusahaan lokal yang akan dipromosikan kepada investor asing.

Sementara dilakukan adalah menyiapkan profil potensi daerah dan profil pelaku usaha, baik UMKM maupun perusahaan besar.

“Ini juga akan melalui proses kurasi bersama Kemenlu, untuk memastikan perusahaan yang ditampilkan benar-benar siap menjalin kerja sama internasional,” jelasnya.

Baca Juga:  Forum SKPD, Disdik Makassar Perkuat Layanan dan Reformasi Pendidikan di 2025

Selain itu, Pemkot Makassar juga tengah memfinalisasi daftar undangan yang akan menghadiri forum tersebut.

Koordinasi dilakukan lintas sektor, termasuk dengan Sekretaris Daerah serta Kemenlu, guna memastikan keterlibatan negara-negara potensial.

“Undangan sudah kami paparkan di hadapan Wali Kota, dan arahan beliau agar dikoordinasikan lebih lanjut dengan Sekda dan Kemenlu untuk difinalkan, termasuk kemungkinan adanya penambahan negara peserta,” beber Mario.

Dijelaskan, dalam pelaksanaannya, IGS 2026 akan menghadirkan sejumlah rangkaian kegiatan utama, mulai dari seremoni pembukaan hingga forum business matching (B-to-B) antara pelaku usaha dengan perwakilan negara peserta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, antara pelaku usaha lokal dengan negara-negara peserta.

“Harapannya, terjadi koneksi langsung yang bisa berlanjut pada kerja sama konkret,” ungkapnya.

Forum ini secara khusus menyasar negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta negara sahabat.

Tercatat, sebanyak 31 negara anggota OKI dan 18 negara sahabat direncanakan akan diundang dalam kegiatan tersebut.

Pemkot Makassar juga akan mendorong ekspansi pasar bagi pelaku usaha lokal yang selama ini telah menjangkau pasar global seperti Jepang, Eropa, dan Amerika, namun belum banyak menembus pasar Timur Tengah.

“Kita ingin mendorong pelaku usaha yang sudah ekspor ke Jepang, Eropa, dan Amerika agar bisa berekspansi ke negara-negara Timur Tengah. Ini peluang besar yang ingin kita buka melalui IGS,” tuturnya.

Baca Juga:  Rekonstruksi Burung-Burung-Bili-Bili di Gowa Progres Penanganan Bahu Beton

Melalui IGS 2026, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat memperluas akses pasar, meningkatkan investasi, serta memperkuat posisi kota sebagai hub perdagangan dan investasi di kawasan Indonesia Timur.

Selain sektor usaha, Pemkot Makassar juga mempertimbangkan untuk menawarkan sejumlah proyek strategis daerah.

Salah satunya kawasan Untia, sebagai peluang investasi bagi investor asing. Namun, hal tersebut masih dalam tahap finalisasi.

“Untuk proyek pemerintah, masih akan difixkan, termasuk kemungkinan menampilkan kawasan Untia sebagai salah satu potensi investasi,” katanya.

Rencananya, kegiatan IGS 2026 akan dibuka langsung oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, menandai pentingnya forum ini dalam memperkuat diplomasi ekonomi daerah.

Tak hanya itu, Pemkot Makassar juga membuka peluang bagi daerah lain, khususnya di Sulawesi Selatan, untuk turut serta mempromosikan potensi investasinya dalam forum tersebut.

“Kami terbuka jika ada daerah lain yang ingin berpartisipasi. Ini kesempatan bersama untuk mendorong investasi di Sulawesi Selatan secara umum,” pungkasnya.

Diketahui, rapat tersebut turut dihadiri oleh jajaran strategis Pemerintah Kota, di antaranya tim ahli Pemkot, Asisten III, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Kepala Bagian Kerja Sama.(jk)

Editor: Muh. Hamzah

Share :

Baca Juga

Sulsel

140 Peserta Berebut 103 Kursi, Munafri Warning Penguji, Jangan Loloskan Titipan

Sulsel

Makassar Tembus 10 Besar Nasional, Munafri: Ini Bukti Kerja Bersama

Sulsel

DPRD Makassar Dukung Pemkot Siapkan Lahan TPU Baru di Maros

Sulsel

Pemkot Makassar Siapkan Lahan Baru di Maros, Solusi Jangka Panjang Atasi Krisis TPU

Sulsel

DPRD Serahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Bupati Wajo Siap Tindak Lanjuti untuk Perbaikan Kinerja Pemerintahan

Sulsel

118 Pedagang di Mamajang Bongkar Lapak Secara Sukarela

Advertorial

Wajo Perkuat SP4N-LAPOR, Bidik Kepercayaan Publik Lewat Respons Aduan yang Lebih Cepat

Sulsel

Pemkot Makassar Susun Roadmap Terintegrasi Penanganan ODGJ Berbasis Kolaborasi