Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa terduga pelaku merupakan seorang residivis yang bahkan menggunakan kendaraan hasil kejahatan dalam menjalankan aksinya. Hal inilah yang mendasari Gubernur meminta pengusutan kasus dilakukan secara mendalam hingga ke akarnya demi memutus rantai kriminalitas agar tidak jatuh korban berikutnya.
Di sela kunjungannya, Zainal juga memanggil nurani masyarakat Sulawesi Selatan untuk bahu-membahu bersama aparat keamanan. Ia mengajak warga memberikan informasi sekecil apa pun terkait keberadaan pelaku, sebagai bentuk solidaritas kolektif dalam melindungi kaum perempuan dan generasi muda dari ancaman predator.
“Pelaku harus segera diringkus. Kehadiran negara sangat dinanti di sini untuk memberikan payung perlindungan bagi korban, sekaligus memastikan bahwa setiap perbuatan biadab akan diganjar dengan hukuman setimpal sesuai konstitusi,” tegasnya dengan lugas.
Kilas balik kejadian, Kanit Reskrim Polsek Tamalate, Iptu Abdul Latief, memaparkan bahwa gerak cepat polisi dimulai setelah menerima laporan warga pada Selasa pagi. Saat dievakuasi, kondisi korban sangat memprihatinkan dengan tangan terikat tali sepatu. MA berhasil lolos maut setelah memberanikan diri meloncat melalui jendela rumah kontrakan tersebut.
Pihak berwajib segera menempatkan korban di lokasi yang sangat aman sebelum akhirnya dialihkan ke Unit PPA Polrestabes Makassar. Di sana, MA kini mendapatkan perlindungan khusus serta pendampingan hukum guna mengawal kasus ini hingga ke meja hijau.
Hingga saat ini, pengejaran terhadap FR masih terus dilakukan secara masif oleh tim gabungan. Pemerintah Provinsi Kaltara menegaskan akan terus memantau perkembangan kasus ini agar berjalan transparan dan cepat, sehingga keadilan bagi korban benar-benar terwujud dan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan publik kembali pulih. (*)
















