Adapun Hari Kearsipan Nasional mengusung tema “Empowering The Future”. Pemerintah daerah memaknai arsip sebagai sumber data dan pengetahuan penting dalam menyiapkan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
“Arsip bukan sekadar rekaman masa lalu, tetapi aset strategis untuk menyiapkan masa depan bangsa,” ujar Armayani.
Dalam rangkaian peringatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Wajo juga menginisiasi kegiatan membaca buku serentak selama 10 menit.
Kegiatan itu melibatkan guru dan pelajar SD hingga SLTP di Kecamatan Tempe. Dokumentasi kegiatan diunggah melalui media sosial masing-masing sekolah sebagai bentuk kampanye literasi digital.
Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Wajo, Hj. Kurniana, mengatakan gerakan membaca bersama tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan membaca di kalangan pelajar.
“Kegiatan ini kami lakukan sebagai upaya meningkatkan budaya literasi pada peserta didik di Kabupaten Wajo,” katanya. (Ddy/ADV)
















