Home / Sulsel

Senin, 25 Mei 2026 - 19:48 WIB

Benahi Pipa dan Tambah Suplai, PDAM Makassar Fokus Tangani Keluhan Air Bersih Warga

Kepala Bagian Distribusi dan Kehilangan Air (DKA) PDAM Makassar, Wahidin, menjelaskan gangguan distribusi air di kawasan Kerung-Kerung terjadi akibat penurunan debit suplai dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Panaikang.

“Untuk daerah Kerung-Kerung itu memang ada dampak penurunan debit akibat suplai air dari Panaikang berkurang,” ujar Wahidin.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kawasan Kerung-Kerung, tetapi juga memengaruhi pelayanan air bersih di sejumlah wilayah utara Kota Makassar.

Sebagai langkah cepat, PDAM Makassar telah melakukan berbagai upaya penanganan sementara, mulai dari distribusi air bersih menggunakan mobil tangki hingga melakukan sistem injeksi ke jaringan pipa pelanggan.

“Untuk saat ini yang telah kami lakukan yaitu pendistribusian mobil tangki dan membuat injeksi-injeksi ke jaringan distribusi,” jelasnya.

Selain itu, tim teknis PDAM juga melakukan pemeriksaan terhadap sistem distribusi utama di sekitar Jalan Veteran yang diduga menjadi salah satu titik penyebab distribusi air belum maksimal.

“Hari ini kami melakukan pemeriksaan palet distribusi utama di sekitar Jalan Veteran sehingga memengaruhi aliran air ke pelanggan,” katanya.

Dalam penanganan jangka menengah, PDAM menyiapkan skema pemisahan suplai jaringan antara sistem IPA Panaikang dan sistem IPA Somba Opu agar distribusi air ke wilayah terdampak bisa lebih stabil.

“Rencananya jaringan di sana akan disuplai dari sistem lain supaya bisa dipisahkan antara pipa Panaikang dengan sistem Somba Opu,” beber Wahidin.

Ia menambahkan, untuk wilayah pelayanan Kerung-Kerung, tim Wilayah 4 PDAM Makassar selama ini aktif melakukan distribusi bantuan air bersih kepada warga terdampak.

“Setiap hari kami membantu sekitar dua sampai tiga mobil tangki per hari, khususnya di Lorong 47B yang memang paling sering berkoordinasi meminta suplai air bersih,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Wajo: HIWAFI 2025 Wujudkan Wajo sebagai Destinasi Wisata

Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap dengan pola pengantaran setiap tiga hari sekali menggunakan mobil tangki berkapasitas 10 kubik.

Wahidin mengungkapkan pihaknya juga sempat turun langsung menemui warga bersama Ketua RT dan RW setempat setelah muncul keluhan terkait distribusi mobil tangki yang dianggap belum merata.

Sebagai solusi sementara, PDAM kemudian menambah jumlah armada mobil tangki khusus untuk wilayah Lorong 47B dan 47C.

“Kalau sebelumnya satu mobil, sekarang khusus Lorong 47B kami langsung kirim dua mobil tangki agar kebutuhan warga bisa lebih terpenuhi,” tuturnya.

Ia memastikan PDAM Makassar tetap berupaya maksimal mengatasi persoalan distribusi air bersih di kawasan tersebut sembari menunggu penyelesaian perbaikan jaringan dan penambahan debit suplai air dari sistem produksi utama.

Berbagai langkah cepat dilakukan pemerintah melalui PDAM Makassar, mulai dari injeksi air ke jaringan distribusi, pengoperasian mobil tangki, hingga penyiapan rekayasa jaringan baru agar pasokan air masyarakat tetap terpenuhi.

Kepala Wilayah IV PDAM Makassar, Fitriah Gasim, menjelaskan wilayah Kerung-Kerung selama ini memang dilayani dari sistem IPA 2 Panaikang yang saat ini mengalami kendala akibat menurunnya debit air baku.

“Kondisi tersebut berdampak pada distribusi air ke sejumlah pelanggan sehingga kami PDAM harus melakukan langkah penanganan cepat sambil sebagai solusi jangka menengah dan jangka panjang,” imbuhnya.

Sebagai langkah darurat, PDAM Makassar saat ini terus melakukan sistem injeksi air langsung ke jaringan distribusi pelanggan agar suplai air tetap dapat mengalir ke kawasan terdampak seperti Maccini Gusung.

Baca Juga:  Kadis PPKB Gowa Jabat Ketua Umum Perkadis Nasional Bangga Kencana

“Penanganan tercepat yang bisa kami lakukan saat ini sambil menunggu penanganan jangka panjang adalah melakukan injeksi air di jaringan distribusi,” katanya.

Ia menambahkan, tim teknis PDAM dari bagian Produksi dan Kehilangan Air (PKA) juga terus melakukan upaya rekayasa jaringan distribusi guna mengurangi ketergantungan wilayah Kerung-Kerung terhadap suplai dari IPA 2 Panaikang.

Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah memperkecil sistem jaringan distribusi dan mengalihkan sebagian suplai dari IPA 5 Somba Opu yang dinilai memiliki sumber air lebih stabil.

“Teman-teman di PKA saat ini berupaya melakukan perubahan sistem jaringan supaya wilayah tersebut tidak terlalu tergantung lagi pada pelayanan IPA 2 Panaikang,” ujarnya.

Menurut Fitriah, PDAM Makassar sedang mencari pola jaringan distribusi yang memungkinkan suplai air dari IPA 5 Somba Opu dapat dimanfaatkan untuk membantu pelayanan di wilayah terdampak.

“Kami mencari model jaringan yang bisa dimanfaatkan dari IPA 5 Somba Opu karena sumber airnya lebih bagus dan lebih stabil,” bebernya.

Langkah tersebut diharapkan menjadi solusi jangka menengah untuk memperkuat distribusi air bersih di wilayah utara dan kawasan Kerung-Kerung, sekaligus mengurangi potensi gangguan pelayanan akibat penurunan debit dari sumber utama.

PDAM Makassar memastikan penanganan terus dilakukan secara bertahap dan meminta masyarakat tetap bersabar selama proses perbaikan dan optimalisasi jaringan berlangsung.

“Insya Allah seluruh langkah ini dilakukan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat bisa segera kembali normal,” tutupnya.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Makassar Raih WTP Kelima Berturut-turut, Munafri Tegaskan Komitmen Tindaklanjut Rekomendasi BPK

PINRANG

Pemkab Pinrang Menggelar Operasi Pasar di Pasar Sentral

Sulsel

Munafri-Aliyah Akan Salat Idul Adha Bersama Ribuan Warga di Lapangan Karebosi

Sulsel

Puluhan Tahun Semrawut, Pasar Tumpah di Jalan Veteran Makassar Akhirnya Ditertibkan

Sulsel

TSN II SMADA Makassar Sukses Digelar, Munafri Sampaikan Apresiasi untuk Alumni

Sulsel

Dies Natalis ke-74 FH Unhas, Munafri: Kekuatan Jejaring Alumni Bangun Masa Depan Generasi

Sulsel

Munafri: Tudang Sipulung SMADA Jadi Wadah Lahirkan Gagasan untuk Bangun Kota Makassar

Sulsel

Lama Terkatung-katung, GMTD Resmi Serahkan PSU 7 Klaster di Tanjung Bunga ke Pemkot Makassar