“Dari 405 wartawan tersebut, 100 diantaranya berstatus peserta Peninjau, tak punya hak suara, namun memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) MUDA yang masih aktif. Selebihnya 305 lainnya peserta penuh. Artinya mereka punya hak suara dibuktikan ber-KTA BIASA yang masih aktif serta terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang diterbitkan PWI Pusat bertanggal 25 Mei 2026,” ungkap Arafah yang juga mantan Sekretaris Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sulsel tersebut.
Terkait kesiapan, Ketua Panitia konferensi, Faisal Palapa mengajak seluruh anggota PWI Sulsel dengan riang gembira menyukseskan perhelatan akbar ini.
“PWI rumah kita bersama. Meski mungkin berbeda pilihan, itulah bunga- bunga berdemokrasi. Mari bergembira dan lebih menguatkan semangat persatuan dan profesionalisme kewartawanan” harap Faisal Palapa.
Diakhir keterangannya, Faisal Palapa sangat apresiasi kinerja Organizing Committee (OC), Steering Committee (SC), Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) dan panitia lainnya. ” Luar biasa, tanpa lelah, teman- teman sering rapat hingga tengah malam meski tanggal merah,” kunci Faisal.
Konferensi Provinsi PWI Sulsel akan didahului dengan acara pembukaan yang akan dihadiri para undangan Forkopimda Sulsel.
Seperti diketahui bahwa jumlah anggota yang memilih sebanyak 305 orang yang tersebar di 14 PWI Kabupaten Kota di Sulsel dan 2 Pokja PWI yakni Lutim dan Luwu.
Bagi peserta penuh yang berhalangan hadir langsung di Konferensi agar membuat mandat yang formatnya sudah disiapkan oleh panitia dan harus dimasukkan ke panitia sehari sebelum pelaksana konferensi untuk dilakukan verifikasi. (manaf)
















