Selama proses peninjauan, ketelitian Daeng Manye terlihat jelas saat mengamati setiap detail sarana dan prasarana yang ada. Ia menegaskan, metode sidak dipilih sengaja agar pemerintah bisa mendapatkan data riil di lapangan.
Dengan melihat kondisi apa adanya tanpa persiapan khusus dari pihak sekolah, kebijakan yang diambil ke depan akan jauh lebih tepat sasaran.
“Saya sengaja datang untuk melihat kondisi sekolah secara langsung. Alhamdulillah, apa yang saya lihat hari ini sangat baik. Mulai dari WC yang bersih, ruang kelas yang tertata rapi, ruang UKS yang memadai, hingga ruang kepala sekolah dan wakil kepala sekolah yang terawat dengan baik,” Daeng Manye.
Apresiasi tinggi pun mengalir dari orang nomor satu di Takalar ini kepada seluruh manajemen sekolah yang dinilai berhasil menjaga marwah lingkungan pendidikan.
Menurutnya, sinergi yang baik dalam merawat kebersihan adalah cerminan karakter institusi tersebut. Lingkungan yang asri dan nyaman secara psikologis akan meningkatkan fokus serta semangat belajar siswa di sekol
“Kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi menjadi budaya yang harus dibangun bersama oleh kepala sekolah, guru, staf, dan siswa. Sekolah yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang sehat, nyaman, dan menyenangkan,” jelasnya.
Sebagai penutup, ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinannya akan terus konsisten mengawal penguatan sarana dan prasarana.
“Kunjungan mendadak ini menjadi sinyal kuat bahwa pemda tidak akan tinggal diam dalam memfasilitasi dunia pendidikan, demi mencetak generasi muda Takalar yang unggul, berkarakter, serta siap bersaing di kancah global,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















