Ia menyampaikan keberhasilan Kota Makassar masuk dalam 10 besar kota toleran di Indonesia menjadi capaian yang harus terus dipertahankan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Alhamdulillah, Kota Makassar tahun ini sudah masuk 10 besar kota toleransi di Indonesia, berada di peringkat sembilan. Ini harus terus kita jaga dengan membangun kebersamaan di tengah keberagaman yang kita miliki,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wali Kota yang akrab disapa Appi ini menjelaskan kehidupan masyarakat yang harmonis akan melahirkan stabilitas sosial. Dan kondisi positif tersebut akan berdampak baik terhadap pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah.
“Toleransi sangat penting untuk menjaga stabilitas sebuah daerah. Kalau stabilitasnya bagus, investasinya akan lancar. Kalau investasi aman, makin banyak orang datang ke Makassar membawa peluang ekonomi, dan pada akhirnya masyarakat akan semakin sejahtera,” jelasnya.
Terakhir, Appi menyampaikan Atas nama Pemerintah Kota Makassar, ia apresiasi seluruh pengurus Yayasan Zhen An Kong Makassar atas berdirinya rumah ibadah tersebut.
Ia berharap keberadaan Cetia Zhen An Kong “Sam Ong Hu” dapat menjadi simbol persatuan, memperkuat nilai toleransi, serta menjadi bagian dari pembangunan Kota Makassar yang inklusif dan harmonis.
Adapun peresmian tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat umat Budha, diantaranya dihadiri Ketua DPD WALUBI Sulawesi Selatan Henry Sumitomo, Ketua DPD Majubuthi Sulawesi Selatan, Pendeta Roy Rushim.
Selain itu hadir Perwakilan DPD KCBI Sulawesi Selatan, Caroline Couri, Dewan Pembina Yayasan Zhen An Kong Makassar, Wilson Tiodang, Ketua Yayasan Zhen An Kong Makassar, Erdy Wijaya, serta para pengurus yayasan.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















