Persoalan utamanya bukan hanya volume kendaraan yang tinggi, tetapi juga penggunaan bahu jalan untuk parkir, keberadaan juru parkir liar, hingga aktivitas keluar-masuk kendaraan yang mempersempit.
Selain itu, tepatnya di sekitar area Phinisi Point (PIPO) dan Trans Studio Mall, ruas Jalan Metro Tanjung Bunga.
Menurut Appi, lahan-lahan kosong yang berada di sekitar kawasan tersebut dapat dijajaki melalui mekanisme kerja sama atau penyewaan lahan sebagai langkah awal menghadirkan percontohan gedung parkir.
“Kita perlu mencari solusi yang realistis. Kalau ada lahan kosong yang memungkinkan untuk dimanfaatkan sementara melalui kerja sama atau sewa, itu bisa menjadi langkah awal menghadirkan percontohan building parking,” katanya.
Selain infrastruktur, Munafri juga menekankan pentingnya transformasi pelayanan parkir melalui digitalisasi. Sistem pembayaran non tunai dan pengawasan berbasis teknologi dinilai mampu meningkatkan transparansi sekaligus meminimalisasi kebocoran pendapatan daerah.
Ia meminta Perumda Parkir Makassar Raya membangun komunikasi yang kuat kepada masyarakat terkait kondisi eksisting perparkiran di Kota Makassar serta langkah-langkah pembenahan yang sedang dilakukan.
“Saya berharap Perumda Parkir Makassar Raya menjadi garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan parkir di Kota Makassar,” harapnya.
“Banyak aduan masyarakat yang masuk dan ini membutuhkan solusi yang konkret serta alternatif penyelesaian yang bisa kita kerjakan bersama,” sambung Appi.
Tidak hanya fokus pada infrastruktur dan sistem, Munafri juga memberi perhatian khusus terhadap perilaku dan pelayanan juru parkir di lapangan.
Dia meminta seluruh jukir yang berada di bawah pembinaan Perumda Parkir Makassar Raya agar lebih humanis dalam melayani masyarakat serta mengedepankan pendekatan persuasif dibandingkan tindakan yang dapat menimbulkan keresahan.
Menurutnya, masih ditemukan praktik penarikan parkir yang tidak semestinya, termasuk di lokasi yang telah memasang papan informasi parkir gratis namun tetap terdapat oknum yang meminta bayaran kepada pengunjung.
“Yang paling penting adalah bagaimana jukir-jukir ini bisa lebih humanis kepada masyarakat,” imbuhnya.
“Jangan sampai di tempat yang sudah jelas bertuliskan parkir gratis, masih ada orang yang muncul meminta uang parkir. Ini yang menjadi persoalan dan harus segera dibenahi,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















