Bagi AFPI, peningkatan literasi ini bukan hanya untuk memperkenalkan manfaat layanan pendanaan digital, tetapi juga membangun kesadaran mengenai hak dan kewajiban pengguna, prinsip peminjaman yang bertanggung jawab, serta pentingnya menjaga kesehatan finansial.
Optimalisasi Lewat Program “Safari Jurnalistik”
Sebagai organisasi profesi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia yang menaungi lebih dari 40.000 anggota, PWI menyambut baik kolaborasi ini. PWI yang aktif menyelenggarakan pendidikan, pelatihan jurnalistik, serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) menilai bahwa kompetensi jurnalis sangat memengaruhi kualitas informasi yang diterima masyarakat.
Ketua Umum PWI, Achmad Munir, menegaskan, media bertanggung jawab menghadirkan informasi yang edukatif, termasuk terkait isu keuangan yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Salah satu langkah konkret yang diperkenalkan PWI dalam pertemuan ini adalah program Safari Jurnalistik, sebuah kegiatan edukasi dan literasi yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas jurnalis. Melalui kolaborasi dengan AFPI, program Safari Jurnalistik ini berpotensi menjadi sarana efektif untuk memperluas pemahaman mengenai industri Pindar kepada insan pers di seluruh daerah.
Rencana Penandatanganan MoU
Sebagai bentuk komitmen nyata, AFPI dan PWI berencana untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan kerja sama program edukasi dan literasi di masa mendatang. Kolaborasi kuat antara industri dan media ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi keuangan nasional. Melalui informasi yang kredibel dan mudah dipahami, masyarakat diharapkan semakin bijak memanfaatkan layanan keuangan digital, terhindar dari praktik ilegal, serta lebih cakap dalam mengambil keputusan finansial demi meningkatkan kesejahteraan mereka. (HUMAS PWI)
















