Menurut Munafri, keberadaan agen tersebut sangat penting karena menjadi ujung tombak edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Banyak masyarakat yang sebenarnya mampu menjadi peserta mandiri, tetapi belum mengetahui mekanisme dan manfaatnya,” kata mantan CEO PSM itu.
“Agen Perisai hadir untuk memberikan edukasi sekaligus membantu proses pendaftaran,” tambah Munafri.
Dia menambahkan, selain meningkatkan perlindungan sosial masyarakat, keberadaan agen Perisai juga membuka peluang pendapatan tambahan bagi warga yang menjadi agen.
Dalam kesempatan itu, Munafri juga mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Makassar agar turut berpartisipasi memperluas perlindungan sosial melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Pemkot Makassar akan memperkuat upaya tersebut melalui surat edaran kepada perusahaan agar memberikan dukungan perlindungan jaminan sosial bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional mereka.
“Kami ingin mengajak seluruh perusahaan untuk memanfaatkan dana CSR dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Alhamdulillah, langkah ini sudah mulai berjalan dan akan terus kami dorong,” tuturnya.
Lebih jauh, Munafri menegaskan tujuan utama Program Makassar Berjasa adalah mencegah masyarakat jatuh ke jurang kemiskinan secara mendadak akibat kehilangan pencari nafkah utama dalam keluarga.
Karena itu, perlindungan sosial harus benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya. Appi menilai jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan fondasi penting dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat.
“Jaminan sosial menjadi dasar dari segalanya. Karena itu pemerintah hadir untuk memastikan perlindungan tersebut dapat dinikmati seluruh warga,” bebernya.
Menutup sambutannya, Munafri mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan BPJS Ketenagakerjaan untuk menjadikan perlindungan jaminan sosial sebagai gerakan bersama.
Ketua Golkar Makassar itu berharap, Program Makassar Berjasa dapat menjadi model kolaborasi nasional dalam mewujudkan cakupan universal jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dia juga menuturkan dengan tekad Kota Makassar bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kolaborasi antara pemerintah dan BPJS Ketenagakerjaan untuk mewujudkan universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Apa yang kami lakukan ini, adalah investasi sosial yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat di Kota Makassar dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Di lokasi yang salam, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja, termasuk mereka yang berada di sektor informal dan kelompok pekerja rentan.
“Program Makassar Berjasa melalui sistem Perisai merupakan langkah nyata untuk memastikan semakin banyak pekerja di Kota Makassar mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.
Menurut Aliyah, kehadiran Program Makassar Berjasa merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Makassar bersama BPJS Ketenagakerjaan dalam memastikan semakin banyak masyarakat pekerja memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara berkelanjutan.
Ia menilai, perlindungan jaminan sosial tidak hanya menjadi instrumen untuk memberikan rasa aman kepada pekerja, tetapi juga bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga ketahanan ekonomi keluarga ketika menghadapi risiko kerja maupun musibah yang tidak terduga.
“Kami ingin tidak ada pekerja yang tertinggal dari akses perlindungan ini,” jelas Aliyah.
Politisi Partiai Demokrat itu menambahkan, jaminan sosial ketenagakerjaan bukan lagi sekadar kebutuhan, melainkan hak yang harus dapat dirasakan oleh seluruh pekerja tanpa memandang sektor pekerjaan yang digeluti.
“Jaminan sosial bukan hanya kebutuhan, tetapi juga hak yang harus dirasakan oleh seluruh masyarakat pekerja,” ungkapnya.
Karena itu, Pemerintah Kota Makassar terus mendorong penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya Dinas Ketenagakerjaan dan BPJS Ketenagakerjaan, agar cakupan kepesertaan semakin luas dan menjangkau masyarakat hingga tingkat akar rumput.
“Melalui kolaborasi Pemerintah Kota Makassar, Dinas Ketenagakerjaan, dan BPJS Ketenagakerjaan, kita berharap cakupan kepesertaan terus meningkat sehingga kesejahteraan dan keamanan para pekerja dapat semakin terjamin,” katanya.
Aliyah juga mengapresiasi hadirnya sistem Perisai yang melibatkan agen-agen di tingkat masyarakat sebagai ujung tombak edukasi dan perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Menurutnya, keberadaan agen Perisai akan memudahkan masyarakat memperoleh informasi sekaligus akses pendaftaran jaminan sosial ketenagakerjaan.
Ia berharap program tersebut dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan sosial, terutama bagi pekerja rentan yang memiliki risiko tinggi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dengan semakin luasnya jangkauan Program Makassar Berjasa, Aliyah optimistis target mewujudkan perlindungan sosial ketenagakerjaan yang inklusif dan merata di Kota Makassar dapat tercapai.
“Apa yang kita wujudkan adalah masyarakat pekerja yang lebih terlindungi, lebih sejahtera, dan memiliki rasa aman dalam bekerja, dapat terjaga,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Makassar, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Aliyah Mustika Ilham, jajaran BPJS Ketenagakerjaan pusat dan juga Kota Makassar, perwakilan Forkopimda, serta Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, para pimpinan OPD, direktur BUMD, camat, lurah, serta jajaran Pemerintah Kota Makassar.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















