Lebih lanjut, Muchlis menilai masih banyak potensi Kota Makassar yang belum dikenal luas oleh masyarakat internasional. Karena itu, kegiatan seperti Indonesia Gastrodiplomacy Series menjadi wadah yang tepat untuk memperkenalkan berbagai kekayaan daerah yang selama ini belum terekspos secara maksimal.
Dia menyebut sektor pariwisata menjadi salah satu potensi yang perlu terus diperkenalkan kepada dunia. Selain itu, kekayaan kuliner khas Makassar dan Sulawesi Selatan yang menjadi bagian utama dalam kegiatan Gastrodiplomasi juga memiliki daya tarik yang besar bagi wisatawan maupun investor.
Tidak hanya itu, keberagaman adat istiadat, budaya, dan tradisi masyarakat Makassar juga dinilai memiliki nilai jual yang dapat memperkuat citra kota sebagai destinasi wisata dan pusat kebudayaan di kawasan Indonesia Timur.
Dikatakan, masih banyak hal yang perlu diperkenalkan dari Kota Makassar. Mulai dari destinasi wisatanya, kulinernya, hingga adat istiadat dan budaya.
“Selama ini masih banyak potensi yang belum terekspos dengan baik. Melalui kegiatan seperti ini, semua potensi tersebut dapat ditampilkan dan diperkenalkan kepada para tamu dari berbagai negara,” terangnya.
Muchlis berharap kegiatan promosi berskala internasional seperti IGS dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena mampu memberikan dampak positif bagi Kota Makassar.
Baik dari sisi promosi, peningkatan kunjungan wisatawan, maupun peluang investasi yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Makassar.
Dengan semakin banyaknya kegiatan internasional yang digelar di Makassar, maka semakin luas pula peluang untuk memperkenalkan daerah kita kepada dunia.
“Harapannya, tentu akan berdampak pada peningkatan investasi, kunjungan wisatawan, serta pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Makassar,” tutupnya.
Diketahui, sebanyak 41 delegasi dari 28 negara ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Negara-negara yang hadir berasal dari kawasan Asia, Eropa, Afrika, Amerika, hingga Pasifik, di antaranya. Fiji, Australia, Pakistan, Japan, Mexico, Brazil, Ukraina, Bosnia and Herzegovina, Cuba, Tunisia, Venezuela, Serbia, Poland.
Selanjutnya, delegasi negara Solomon Islands, Peru, Nigeria, Costa Rica, Bulgaria, Lao PDR, Finland, Cambodia, Zimbabwe, Ethiopia, Rwanda, Netherlands, Uruguay, Malaysia, Philippines.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















