Home / Sulsel / Wajo

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:58 WIB

Di Hari Bhayangkara, Kapolres Wajo Menutup Pengabdian dengan Rasa Syukur

AKBP Muhammad Rasyid Ridho

AKBP Muhammad Rasyid Ridho "Yang paling saya syukuri selama bertugas memberikan rasa aman kepada masyarakat Wajo adalah Allah SWT menjaga aib saya sebagai polisi di hadapan umum."

“Saya memohon maaf atas segala kekurangan selama menjabat sebagai Kapolres. Tentu masih banyak yang belum bisa saya lakukan. Ada harapan yang belum terpenuhi dan ada keinginan yang belum dapat saya wujudkan.”

Namun, bagian yang paling membekas justru hadir pada penghujung sambutannya.
Bukan tentang penghargaan yang pernah diterima. Bukan pula tentang keberhasilan menjaga keamanan daerah. Ia hanya mengucapkan satu kalimat yang sederhana.

“Yang paling saya syukuri selama bertugas memberikan rasa aman kepada masyarakat Wajo adalah Allah SWT menjaga aib saya sebagai polisi di hadapan umum.”

Baca Juga:  Pimpin Apel Pagi, Danny Instruksikan SKPD Manfaatkan Jejaring Wujudkan Pemilu Damai di Makassar

Kalimat itu menggantung beberapa saat di udara. Tepuk tangan baru terdengar setelah keheningan mengambil bagiannya.

Boleh jadi, itulah pengakuan paling jujur yang lahir dari seorang polisi di akhir masa tugasnya. Bahwa di balik seragam, pangkat, dan kewenangan, ada seorang manusia yang hanya berharap mampu menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya, lalu pulang tanpa meninggalkan noda bagi institusi yang dicintainya.

Syukuran Hari Bhayangkara kemudian berlanjut seperti biasa. Sejumlah personel menerima penghargaan atas prestasi dan dedikasi mereka. Senyum dan ucapan selamat kembali memenuhi halaman Mapolres Wajo.

Baca Juga:  Hadiri Konferensi FKUB ke-V di Sulsel, Wabup Wajo: Mari Semakin Meperkokoh Kerukunan Antar Ummat

Tetapi bagi mereka yang hadir pagi itu, Hari Bhayangkara ke-80 akan dikenang bukan semata karena seremoni atau penghargaan. Ia akan diingat sebagai hari ketika seorang Kapolres memilih berpamitan dengan tiga kalimat yang paling sederhana dalam hidup: mengucapkan terima kasih, memohon maaf, dan bersyukur.

Barangkali, di situlah letak makna terdalam sebuah pengabdian. Bukan pada seberapa lama seseorang memimpin, melainkan pada bagaimana ia dikenang ketika tiba waktunya untuk pergi. (*)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Wali Kota Munafri Kenalkan dan Ajak Mahasiswa Baru Manfaatkan Fasilitas MCH dan Lontara Plus

Sulsel

Solusi Krisis Air Bersih, Munafri Kerahkan Mobil Tangki ke Puluhan Titik dan Siapkan 18 SPAM Jangka Panjang

ENREKANG

Bank Sampah Massenrempulu Diresmikan, Ekonomi Hijau Bergerak

PINRANG

DPRD Pinrang Menyepakati Nota Kesepakatan Rancangan KUPA dan PPASP Tahun Anggaran 2026

Sulsel

Kunker Sekjen PU, Apri Artoto, Mengapresiasi Program MYP Pemprov Sulsel

SOPPENG

Raih Kinerja Terbaik, Pemkab Soppeng Sampaikan Selamat Kepada Mentan A Amran Sulaiman

SOPPENG

Ny Hj Suarni Suwardi Melantik Kader Sekaligus Membuka Sosialisasi KISAK

Sulsel

Hingga September 2026, Pemkot Makassar Kuasai PSU 221 Perumahan Senilai Rp6,93 Triliun