Home / Sulsel

Senin, 6 Juli 2026 - 16:04 WIB

Tinjau Intake Manggala, Komisi B DPRD Makassar Nilai Direksi PDAM Bekerja Maksimal

Selain itu, Ketua Komisi B tersebut meminta Perumda Air Minum tidak berhenti pada pengoperasian Intake Manggala.

Ia menegaskan peningkatan kapasitas produksi harus diikuti pemerataan distribusi sehingga seluruh pelanggan dapat merasakan manfaatnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menjelaskan perusahaan telah menyiapkan tiga langkah strategis untuk memperkuat pelayanan air bersih di wilayah utara kota.

Langkah pertama adalah mengoptimalkan pengoperasian pompa Intake Manggala agar mampu meningkatkan pasokan air baku.

“Kami memiliki tiga solusi untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih di wilayah utara. Pertama, pompa Intake Manggala harus dioptimalkan agar berjalan dengan baik,” ujarnya.

Langkah kedua adalah melakukan pengerukan saluran air baku sepanjang sekitar tujuh kilometer dari kawasan Intake Manggala menuju IPA Panaikang. Pengerukan dilakukan karena sedimentasi yang menumpuk selama puluhan tahun menyebabkan kapasitas saluran terus menurun.

Baca Juga:  Ramadan dan Cap Go Meh, Pemkot Makassar Hadirkan Kelurahan Sadar Kerukunan

“Alhamdulillah kami melakukan pengerukan sepanjang tujuh kilometer dengan kedalaman sedimentasi lebih dari dua meter. Sejak 1979 saluran ini belum pernah dikeruk sehingga kondisinya sudah sangat memerlukan normalisasi,” jelasnya.

Adapun solusi ketiga ialah membangun koneksi jaringan perpipaan dari Macini Sombala menuju Gatot Subroto yang selanjutnya akan disalurkan ke wilayah utara Kota Makassar.

“Nanti akan kami atur distribusinya dari Gatot Subroto sehingga suplai ke wilayah utara bisa lebih maksimal. Setelah itu kami bersama Komisi B akan kembali turun melihat wilayah mana saja yang masih belum terjangkau,” katanya.

Andi Syahrum menjelaskan pengoperasian Intake Manggala telah memberikan tambahan pasokan air baku yang cukup besar. Sebelum intake dioperasikan, debit air dari Bendung Leko Pancing terus mengalami penurunan akibat musim kemarau.

“Sebelumnya pasokan dari Leko Pancing tinggal sekitar 500 liter per detik dari kondisi normal sekitar 700 liter per detik. Alhamdulillah setelah pompa ini berjalan, pasokan air baku sudah mencapai lebih dari 1.300 liter per detik, bahkan mendekati 1.500 liter per detik,” ujarnya.

Baca Juga:  Monev Triwulan Pertama, Komisi B DPRD Makassar Minta SKPD Optimalkan Program Prioritas

Ia berharap kondisi tersebut semakin membaik apabila curah hujan kembali meningkat sehingga ketersediaan air baku dapat terus terjaga.

Andi Syahrum juga menyampaikan apresiasi kepada Komisi B DPRD Kota Makassar yang selama ini aktif mengawal dan mengawasi peningkatan pelayanan air bersih.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua Komisi B beserta seluruh anggota yang terus memantau, mengawasi, sekaligus memberikan masukan kepada kami agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik. Hari ini Komisi B menyaksikan langsung hasil kerja yang telah kami lakukan. Insyaallah kami akan terus bekerja meningkatkan pelayanan air bersih bagi seluruh masyarakat Kota Makassar,” tutupnya.(jk)

Editor: Manaf Rachman

Share :

Baca Juga

Sulsel

Respons Aduan Warga, Munafri Cek Distribusi Air Bersih hingga Siapkan Fasilitas SPAM Bantuan

Sulsel

MABA UIN Alauddin: Kampus Bukan Barak, Kami Datang untuk Belajar

Sulsel

Dukung Visi Enrekang Sejahtera, Bupati Enrekang Mutasi 38 Pejabat

Sulsel

Biar Tak Kena Masalah Saat Audit, Ini Pesan Penting Ketua AAI Sulsel Soal Pengelolaan Dana BOS

Jakarta

Akselerasi Sistem Merit, Gubernur Zainal Paliwang Paparkan Pemetaan Talenta ASN Kaltara

Sulsel

BREAKING NEWS: 81 Kursi Bergeser Di Wajo, Andi Rosman: Jabatan Baru Harus Lahirkan Perubahan

Sulsel

Doa Bersama Setahun Tragedi DPRD Makassar, Munafri: Kehilangan Nyawa Korban Tak Akan Terlupakan

Sulsel

BREAKING NEWS: Hari Ini, Peta Birokrasi Wajo Berpotensi Berubah