Lebih lanjut dijelaslan, dari sekitar 30.400 usulan sekolah di seluruh Indonesia dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp40 triliun, pemerintah menyetujui revitalisasi sekitar 15.100 sekolah dengan anggaran sekitar Rp15 triliun.
Namun demikian, dari jumlah tersebut baru sekitar separuh yang siap dieksekusi karena masih menunggu kelengkapan administrasi.
“Artinya, rata-rata sekitar satu miliar rupiah per sekolah, meskipun besaran anggaran disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing sekolah,” jelasnya.
Pada kesempatan ini, Salim meminta Dinas Pendidikan Kota Makassar mengawal secara intensif proses administrasi terhadap 19 sekolah yang masuk tahap pertama agar seluruh persyaratan dapat diselesaikan sebelum penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Menurutnya, Kemendikdasmen telah mengubah mekanisme pendampingan melalui sosialisasi daring, dilanjutkan pemenuhan dokumen secara mandiri oleh sekolah, kemudian pra-bimbingan teknis sebelum penandatanganan PKS.
“Kami ingin ketika sekolah diundang untuk penandatanganan PKS, semuanya sudah benar-benar siap. Jangan sampai diundang tetapi belum memenuhi persyaratan sehingga gagal diproses,” katanya.
Rencananya, penandatanganan PKS akan dilaksanakan pada 16–20 Juli 2026 secara regional, termasuk di Kota Makassar.
Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan dan jajaran memastikan seluruh dokumen, Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta menu pekerjaan setiap sekolah telah dinyatakan lengkap.
Untuk tahap kedua, Salim meminta Pemerintah Kota Makassar kembali mengusulkan sekolah-sekolah yang benar-benar mengalami kerusakan berat, baik sekolah negeri maupun swasta.
Ia menegaskan usulan harus berbasis kondisi riil di lapangan agar bantuan pemerintah pusat tepat sasaran.
“Kalau memang ada sekolah yang kondisinya sangat mendesak dan harus segera direvitalisasi tahun ini, segera informasikan kepada kami. Yang diprioritaskan adalah sekolah dengan kerusakan paling berat,” tutupnya.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menyampaikan usulan agar program revitalisasi sekolah ke depan memprioritaskan satuan pendidikan yang berada di wilayah kepulauan Kecamatan Sangkarrang, Kota Makassar.
“Harapan kami, sekolah-sekolah yang berada di wilayah kepulauan Kecamatan Sangkarrang, dapat menjadi prioritas dalam program revitalisasi,” kata Achi.
Menurutnya, sekolah-sekolah di pulau masih membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.
Karena itu, ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan prioritas terhadap revitalisasi sekolah di kawasan kepulauan guna mewujudkan pemerataan kualitas layanan pendidikan.
“Dengan begitu, anak-anak di pulau juga memperoleh fasilitas belajar yang layak dan setara dengan sekolah di daratan,” tutupnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















