Dengan begitu, setiap persoalan di masyarakat dapat diidentifikasi sejak dini, dianalisis bersama, dan segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing instansi.
Sementara Wakil Bupati, Hengky Yasin menekankan pentingnya membangun sistem pertukaran informasi antarinstansi.
“Setiap potensi gangguan keamanan dapat diketahui lebih cepat, dianalisis bersama, dan ditindaklanjuti secara terpadu,” ujarnya.
Melalui FGD ini, Pemerintah Kabupaten Takalar bersama Forkopimda menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi, koordinasi intelijen, serta penanganan konflik sosial.
Hal ini dinilai sebagai fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Takalar.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















