Wamendes PDT menggarisbawahi bahwa konsep “Sahabat Desa” merupakan bagian dari pendekatan Octahelix, di mana setiap lembaga maupun kader mendampingi minimal satu desa binaan sesuai ikatan emosional dan potensinya. Gerakan ini menyasar pembangunan manusia dan penguatan ekonomi dari bawah secara langsung melalui beberapa langkah strategis seperti mendorong penguatan koperasi desa, membina UMKM, serta mengoptimalkan rantai pasok pangan lokal untuk mendukung program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Pendidikan dan dakwah solutif juga perlu ditingkatkan untuk memutus rantai kemiskinan antar-generasi melalui pembentukan sekolah rakyat, pembangunan pesantren tahfizh di daerah tertinggal dan pesisir, serta pemberian keterampilan praktis bagi warga desa,” urainya.
Ia juga menyambung bahwa program Sahabat Desa ini dilakukan dalam rangka pengembangan potensi lokal, menggerakkan sektor agribisnis seperti hidroponik dan budidaya perikanan, hingga pembuatan konten kreatif berbasis keunggulan daerah.
Hadir dalam agenda tersebut, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung turut menyampaikan bahwa interaksi kader Wahdah Islamiyah dengan masyarakat desa sangat erat. Sinergi ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945. (r)
















