Pelatihan Teori dan Praktik Langsung
Pelatihan tidak hanya berupa ceramah. Anggota Karang Taruna DESPAR dan perwakilan masyarakat mengikuti sesi in-class di balai desa, kemudian praktik langsung mengoperasikan smart bin, membaca dashboard, menyusun business plan sederhana, serta merancang strategi pemasaran produk daur ulang.
Peserta juga dibekali modul dan video tutorial agar dapat mengulang materi secara mandiri. Antusiasme tinggi terlihat dari kehadiran yang hampir penuh dan banyaknya pertanyaan teknis selama praktik. Setelah pelatihan, mitra menunjukkan optimisme mampu mengelola bank sampah secara mandiri.
Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan perkembangan memuaskan. Pengetahuan mitra tentang literasi sampah, pengoperasian sistem IoT, manajemen operasional, serta kemampuan menyusun rencana bisnis meningkat signifikan. Program diharapkan mendukung pengurangan volume sampah 20–30 persen, peningkatan partisipasi pemuda hingga 60 persen, serta terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sumber pendapatan tambahan di tingkat desa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian yang didukung DP2M Kemdikti Saintek. Tim PKM UNM berharap Bank Sampah Cerdas berbasis IoT terus beroperasi secara mandiri dengan dukungan dana desa dan kolaborasi pemangku kepentingan setempat, sekaligus menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berkelanjut. (Adv)
















