Nasaruddin juga mengatakan, tingginya antusiasme berbagai daerah untuk menjadi tuan rumah MTQ bukan tanpa alasan.
Selain menjadi momentum syiar dan penguatan spiritualitas masyarakat, MTQ juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi daerah penyelenggara.
Tokoh agama asal Sulsel itu, bahkan menyebut MTQ sebagai salah satu bentuk pesta rakyat yang mampu menggerakkan berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Menurut Nasaruddin, daerah yang menjadi tuan rumah MTQ nasional mendapatkan manfaat ekonomi yang sangat besar karena kehadiran peserta, pendamping, penggembira, serta masyarakat yang datang dari berbagai daerah.
Pergerakan massa dalam jumlah besar tersebut berdampak langsung terhadap tingkat hunian hotel, aktivitas pasar, kuliner, transportasi hingga usaha masyarakat.
Selaku Menag menggambarkan MTQ sebagai momentum yang mampu membuat berbagai sektor ekonomi bergerak secara bersamaan.
“Karena ribuan rata-rata penggembira dan anggotanya datang, maka pasti semua hotel tiba-tiba melonjak, pasar kaget, kuliner kaget, dan yang untung sesungguhnya adalah masyarakat,” ungkapnya.
Tak hanya itu, dia menyebut tidak banyak kegiatan yang mampu menghadirkan kemeriahan dan pergerakan masyarakat sebesar MTQ.
Baginya, MTQ telah berkembang menjadi sebuah pesta rakyat yang tidak hanya menggairahkan semangat spiritualitas, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan perekonomian daerah.
Nasaruddin juga menekankan bahwa perkembangan MTQ tidak boleh berhenti pada aspek perlombaan seni membaca Al-Qur’an.
Menurutnya, Al-Qur’an memiliki ruang kajian yang sangat luas, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan.
Ia menyebut perhatian terhadap Al-Qur’an saat ini tidak hanya datang dari umat Islam, tetapi juga berkembang dalam dunia akademik dan penelitian.
“Al-Quran sekarang ini bukan lagi untuk diperlombakan, tetapi ini menjadi isu sains,” ungkapnya.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam rangkaian pembukaan dan pelepasan perwakilan kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026.
Di antaranya, Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional (DPKN) yang juga Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.
Hadir pula Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, serta Ketua KORPRI Kota Makassar yang juga Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda.
Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolda Sulawesi Selatan, Pangdam XIV/Hasanuddin, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan DPRD Kota Makassar, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan tamu undangan lainnya.
MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 selanjutnya akan berlangsung dengan berbagai rangkaian perlombaan yang mempertemukan aparatur sipil negara dari seluruh Indonesia. (jk)
Editor: Manaf Rachman
















