Penataan tersebut perlahan membuat kawasan TPA terlihat lebih rapi dibandingkan kondisi sebelumnya.
Appi menyebut perubahan wajah TPA Tamangapa mulai menunjukkan hasil nyata.
Namun, ia menegaskan pembenahan tidak berhenti pada aspek estetika kawasan. Sehingga, Pemerintah kota, kata dia, sedang menata keseluruhan sistem persampahan agar proses pengelolaan berlangsung secara terus menerus.
Lebih jauh, Appi menegaskan persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan infrastruktur maupun pembenahan TPA.
Menurutnya, perubahan harus dibarengi dengan kesadaran seluruh masyarakat untuk mengelola sampah sejak dari sumbernya.
“Soal pengelolaan sampah itu harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Selain itu, pria kelahiran 20 September 1975 itu juga menyampaikan keberadaan pipa-pipa yang dipasang di area timbunan sampah untuk mengalirkan gas metana.
“Kalau kita lihat pipa-pipa pembuangan ini adalah pipa-pipa untuk gas metan,” jelas Appi.
Pemanfaatan tersebut menjadi bagian dari konsep pengelolaan sampah yang tidak sekadar memindahkan sampah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga mengolah potensi yang dihasilkan dari proses penguraian sampah.
Menurutnya, keberadaan pipa tersebut berfungsi sebagai jalur ventilasi agar gas yang berada di dalam timbunan dapat keluar melalui saluran yang telah disiapkan.
“Di dalam tanah ini ada tumpukan sampah, sehingga harus dibuka rongga untuk bernapas. Kalau tidak, bisa meledak. Nah, ini harus dibuka rongga,” ungkapnya.
Sistem ventilasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan aspek keselamatan di kawasan TPA. Gas metana yang terakumulasi tanpa pengendalian dapat meningkatkan risiko kebakaran maupun ledakan.
Namun, Appi mengatakan gas metana yang dihasilkan dari timbunan sampah juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi.
Gas Metana Bakal Dimanfaatkan
Pemerintah Kota Makassar, kata Appi, telah menyiapkan proyek percontohan pemanfaatan gas metana di kawasan TPA Tamangapa.
Ke depan, proyek tersebut akan dikembangkan secara lebih masif dengan membangun jaringan instalasi yang dapat menangkap dan menyalurkan gas metana secara lebih optimal.
“Selain dibuka rongga, ini juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan bakar untuk memasak di rumah masing-masing,” tuturnya.
“Sudah ada proyek percontohan yang kita lakukan. Ke depan akan kita bangun secara masif untuk memastikan jaringan instalasi gas metan berfungsi dengan baik,” pungkasnya.(jk)
Editor: Manaf Rachman
















