Kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia di tengah sivitas akademika UIN Alauddin Makassar diharapkan memberikan pencerahan sekaligus memperkaya wawasan keagamaan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.
Para peserta pengajian memilih melangkahkan kaki menuju masjid, duduk bersama dalam majelis ilmu, dan mendengarkan pesan-pesan keagamaan.
Dari Masjid Kampus I UIN Alauddin Makassar, Jalan Sultan Alauddin Nomor 63, Kota Makassar, diharapkan lahir energi kebersamaan yang dapat dibawa kembali ke ruang kerja, ruang pengabdian, ruang pendidikan, dan kehidupan bermasyarakat.
Sebab, ilmu yang baik bukan hanya untuk diketahui, tetapi juga untuk diamalkan dan memberi manfaat. Karena itu, kehadiran seluruh peserta sangat diharapkan. Mari menjadikan Pengajian Akbar ini bukan sekadar agenda kampus, melainkan momentum untuk berhenti sejenak dari rutinitas, menata kembali hati, memperkuat silaturahmi, dan menyegarkan semangat pengabdian.
Semoga majelis ilmu ini mendapat keberkahan Allah SWT dan menjadi cahaya bagi sivitas akademika UIN Alauddin Makassar dalam menjalankan tugas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelayanan kepada umat. Dari masjid, kita menimba ilmu; dari ilmu, kita menemukan jalan pengabdian. (sdn)
















