Kondisi kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air membuat pemerintah perlu mengambil langkah maksimal untuk mempertahankan lahan pertanian yang masih memiliki peluang untuk diselamatkan.
Salah satu langkah yang dibahas adalah melakukan pendataan terhadap pompa yang digunakan kelompok tani.
Pompa yang berada di wilayah yang kebutuhan airnya mulai berkurang akan diinventarisasi sehingga dapat dipertimbangkan untuk dimanfaatkan pada lokasi lain yang membutuhkan dukungan irigasi.
Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan sarana yang telah tersedia sekaligus membantu petani mempertahankan lahan dan tanaman yang masih memungkinkan untuk diselamatkan.
Selain pertanian, persoalan distribusi BBM bersubsidi juga menjadi perhatian pemerintah.
Penerapan pola ganjil-genap sebagaimana telah diatur melalui kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dinilai perlu dipersiapkan penerapannya di Kabupaten Pinrang.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan kepadatan kendaraan, khususnya kendaraan dari luar daerah yang berpotensi menambah antrean pada sejumlah titik pengisian BBM.
Sementara untuk ketersediaan gas bersubsidi, Bupati Pinrang juga meminta pengawasan dilakukan secara berkelanjutan.
Pemeriksaan di lapangan diperlukan untuk memastikan distribusi LPG bersubsidi tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
Pengawasan tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan gas bagi masyarakat yang memang berhak menerima, sekaligus mencegah praktik yang dapat menyebabkan kelangkaan maupun kenaikan harga di tingkat konsumen.
Bupati Irwan menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat. (Tan)
















