MEDIASINERGI.CO
MANADO – Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mulai memasuki sejumlah proses setelah diawali dengan pembentukan panitia pada 14 Oktober 2026 lalu.
Sejumlah nama mulai digaungkan, salah satunya Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes., Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat. Wanita kelahiran 26 September 1967 ini memiliki rekam jejak panjang di bidang akademik.
Perjalanan kariernya diawali dengan menjadi dokter di sebuah puskesmas di Tareran Minahasa pada kisaran tahun 1994-1997 dengan status dokter pegawai tidak tetap (PTT).
Langkah hidup Grace berlanjut hingga ia bergabung sebagai pegawai negeri sipil dan staf pengajar di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unsrat pada tahun 1997.
Grace kemudian memperdalam bidang kesehatan masyarakat di Universitas Indonesia. Ia meraih gelar magister pada Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat dengan bidang Administrasi Kebijakan Kesehatan pada 2002. Pendidikan doktoral di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat, konsentrasi Epidemiologi, diselesaikannya pada 2008.
Latar belakang pendidikan tersebut menjadi landasan perjalanan akademiknya, terutama dalam pengembangan ilmu epidemiologi dan kesehatan masyarakat.
Selain menjalankan tugas akademik, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Medis RS Sentra Medika Cikarang pada 2002–2003. Dalam perjalanan kariernya di Unsrat, Grace dipercaya menjadi Sekretaris Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Pascasarjana pada 2008–2012.
Ia kemudian menjabat sebagai Ketua Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran Unsrat pada 2012–2014, serta Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Pascasarjana pada 2013–2015.
Pada 2014, Grace mencapai jenjang Guru Besar. Setahun kemudian, ia dipercaya memimpin Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat sebagai dekan untuk periode 2015–2019.
Berdasarkan daftar riwayat hidup yang diperbarui pada 1 Oktober 2026, Grace Kandou merupakan akademisi dengan latar belakang pendidikan kedokteran dan ilmu kesehatan masyarakat.
Perjalanan kariernya mencakup pengalaman sebagai tenaga medis, pengajar perguruan tinggi, pengelola program akademik, hingga pimpinan fakultas.
Inilah profil Grace Debbie Kandou.
Pendidikan dasar ditempuh di SD Kristen Tabita Manado dan dilanjutkan di SMP Negeri 1 Manado serta SMA Negeri 1 Manado. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah pada 1985, ia melanjutkan studi kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi hingga meraih gelar sarjana kedokteran pada 1993.
Dalam CV terbarunya, ia juga tercatat menjabat sebagai Ketua Senat Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat sejak 2023. Rangkaian jabatan tersebut memperlihatkan pengalamannya dalam pelaksanaan tugas akademik dan pengelolaan organisasi perguruan tinggi.
Aktif dalam Penelitian dan Publikasi Ilmiah
Selain menjalankan tugas mengajar dan kepemimpinan akademik, Grace Kandou memiliki rekam jejak dalam penelitian kesehatan masyarakat. Sejumlah karya ilmiahnya membahas epidemiologi, penyakit tidak menular, perilaku hidup sehat, kesehatan lingkungan, hingga penanganan penyakit menular.
Beberapa penelitian yang tercantum dalam CV-nya antara lain kajian mengenai kebiasaan makan masyarakat Minahasa dan kejadian penyakit jantung koroner, faktor risiko hipertensi, serta analisis COVID-19 di Kabupaten Minahasa Utara.
Ia juga terlibat dalam penelitian mengenai penerimaan masyarakat pesisir terhadap vaksinasi COVID-19 dan penelitian terkait edukasi kesehatan untuk mendukung pengobatan tuberkulosis di Minahasa Utara.
Pada bidang penulisan buku, Grace tercatat menerbitkan tiga buku yang berkaitan dengan epidemiologi, yaitu Dasar Epidemiologi pada 2021, Field Epidemiology pada 2022, dan Epidemiologi Kesehatan Darurat pada 2023.
Pada 2025–2026, ia tercatat sebagai ketua penelitian RIIM mengenai inovasi sosial dan kesehatan masyarakat dalam kaitannya dengan perubahan ekosistem serta aktivitas warga di sekitar lokasi pertambangan di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Penelitian tersebut mendapat pendanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Pengabdian kepada Masyarakat dan Penanganan COVID-19
Pengabdian kepada masyarakat menjadi bagian lain dari perjalanan profesional Grace Kandou. Dalam CV-nya, ia mencatat keterlibatan dalam berbagai kegiatan bakti sosial kesehatan, pemeriksaan dan pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan, serta program pencegahan penyakit.
Pada 2020, ia tercatat menjadi tim pengarah sebagai pakar epidemiologi dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Manado. Ia juga berpartisipasi sebagai pembicara dalam berbagai forum dan webinar mengenai komunikasi publik COVID-19, kesiapan menghadapi era normal baru, serta strategi penanganan pandemi di Sulawesi Utara.
Pengalaman tersebut melengkapi kiprahnya dalam bidang akademik dengan keterlibatan langsung pada persoalan kesehatan masyarakat.
Pengalaman Organisasi dan Penghargaan
Di luar aktivitas akademik, Grace Kandou aktif dalam sejumlah organisasi profesi dan kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Manado sejak 1997 serta anggota Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sejak 2002. Jelajahi Kota
Dalam organisasi profesi, ia juga tercatat sebagai Ketua Pengurus Daerah IAKMI Provinsi Sulawesi Utara sejak 2022. Selain itu, ia pernah menjabat Wakil Ketua Palang Merah Indonesia Provinsi Sulawesi Utara pada periode 2015–2020.
Sejumlah peran lain yang tercantum dalam CV-nya meliputi Ketua Bidang Preventif Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Sulawesi Utara sejak 2021, Wakil Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia Sulawesi Utara sejak 2016, serta Ketua III Bidang Pendidikan dan Penyuluhan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Provinsi Sulawesi Utara untuk masa bakti 2025–2030.
Pada 2026, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Umum Dewan Pengurus Badan Kerja Sama Organisasi Wanita Provinsi Sulawesi Utara periode 2026–2031.
Untuk penghargaan, Grace menerima apresiasi dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada 2019 atas dukungannya terhadap peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dalam rangka percepatan pencapaian sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan.
Pilrek Unsrat 2026–2030 Menjadi Momentum Strategis
Pemilihan Rektor Unsrat periode 2026–2030 menjadi momentum penting bagi keberlanjutan pengembangan universitas. Pergantian kepemimpinan di perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan proses administratif, tetapi juga menentukan arah kebijakan akademik, penelitian, inovasi, dan tata kelola institusi.
Dengan latar belakang pendidikan kedokteran, gelar doktor di bidang kesehatan masyarakat, jabatan Guru Besar, serta pengalaman sebagai dekan dan Ketua Senat FKM, Grace Kandou memiliki rekam jejak yang relevan untuk menjadi perhatian dalam dinamika pemilihan rektor.
Kesiapan Grace Kandou untuk mengikuti bursa rektor menjadi salah satu perkembangan yang patut dicermati menjelang Pilrek Unsrat 2026–2030. Kepastian tahapan dan status pencalonannya tetap perlu merujuk pada pengumuman resmi panitia pemilihan.
Tahapan Pemilihan
Senat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado resmi mengumumkan tahapan Pemilihan Rektor periode 2026-2030.
Jadwal tersebut tertuang dalam SK Senat Universitas Sam Ratulangi Nomor: 2270/UN12.34/LL/2026.
Sosialisasi tahapan Pemilihan Rektor akan dilakukan pada 22-31 Oktober 2026.
Pendaftaran Bakal Calon Rektor dibuka pada 2 – 6 November 2026.
Jika pendaftar kurang dari 4 orang, akan ada perpanjangan pendaftaran pada 9-11 November 2026.
Seleksi administrasi akan berlangsung 12-18 November 2026, meliputi pengecekan kelengkapan dokumen dan verifikasi.
Hasil penjaringan akan disampaikan kepada Senat pada 19 November, dan pengumuman hasil penjaringan Bakal Calon Rektor akan dilakukan pada 24 November 2026.
Pada tahap ini, para Bakal Calon akan menyampaikan Visi, Misi, dan Program Kerja di hadapan Rapat Senat Terbuka pada 25 November 2026.
Di hari yang sama, Senat Unsrat dalam rapat tertutup akan menilai dan menetapkan 3 (tiga) Calon Rektor yang akan disaring oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pada 26 November, Senat akan menyampaikan 3 nama tersebut kepada Menteri.
Pemilihan Rektor oleh Senat Unsrat dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan dilaksanakan pada 18 Desember 2026.
Hasil pemilihan akan dikirim ke Kementerian pada 19 Desember 2026. (r)



