Home / Kalimantan Utara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Rahmawati Serahkan Bantuan Ambulans Pusat untuk Masyarakat Kaltara

MEDIASINERGI.CO

TARAKAN – Masyarakat di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang memerlukan sarana transportasi guna mengakses layanan pengobatan di Kota Tarakan kini memperoleh tambahan fasilitas berupa ambulans gratis. Layanan tersebut disiapkan guna menjangkau masyarakat dari berbagai daerah, termasuk para pasien yang harus menempuh perjalanan jauh demi memperoleh penanganan medis yang layak.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati, SH, mengutarakan bahwa bantuan unit ambulans yang bersumber dari sinergi bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini nantinya dikelola oleh Yayasan Peduli Jaya Bersama agar bisa dimanfaatkan secara optimal oleh warga yang memerlukan sarana angkutan kesehatan.

“Yayasan Jaya Bersama ini nanti bisa dipakai untuk semua, terutama yang ibu-ibu yang ada di Kota Tarakan. Siapa tahu ada yang minta dijemput di pelabuhan dalam keadaan sakit nanti bisa,” tutur Rahmawati selepas prosesi penyerahan unit ambulans, Kamis (29/10/2026).

Pihaknya menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian BRI serta jajaran pengurus yayasan dalam merealisasikan penyediaan fasilitas tersebut. Di samping itu, Rahmawati turut berpesan kepada pihak pengelola agar senantiasa merawat unit ambulans serta memastikan pemanfaatannya tepat sasaran, sehingga esensi keberadaannya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Menurut pandangan Rahmawati, bantuan tersebut merupakan wujud realisasi program pemerintah pusat yang diperjuangkannya secara optimal demi kepentingan masyarakat luas. Ia berpesan agar pengelola mampu menjaga amanah tersebut dengan baik serta merawat kendaraan operasional agar senantiasa siap melayani warga yang berobat.

“Mumpung saya sebagai anggota DPR RI, sebenarnya bukan uang saya. Itu uang pemerintah pusat, saya hanya melobi ke sana agar bantuan itu diberikan kepada ibu-ibu yang ada di sini. Jadi, tolong dijaga kepercayaan yang diberikan dan digunakan sesuai peruntukannya,” ucapnya menegaskan.

Di sisi lain, Ketua Yayasan Peduli Jaya Bersama, Ardiansyah, mengonfirmasi bahwa ambulans tersebut disiagakan khusus untuk mendukung mobilitas pasien lintas wilayah di Kaltara. Selain warga lokal Tarakan, fasilitas ini dirancang untuk menopang kebutuhan pasien dari Kabupaten Nunukan, Malinau, Tana Tidung, hingga Bulungan yang hendak menjalani prosedur medis di rumah sakit Tarakan.

“Yayasan ini memang diperuntukkan untuk layanan kesehatan, khususnya di wilayah Kalimantan Utara. Dengan adanya CSR ini melalui BRI dan Bunda, ambulans ini bisa dipakai masyarakat yang ada di Kalimantan Utara, utamanya untuk kesehatan. Warga dari Nunukan, Malinau, KTT, bahkan Tanjung Selor yang berobat ke rumah sakit di Tarakan juga bisa menghubungi yayasan untuk mobilisasinya,” jelas Ardiansyah.

Ia memaparkan bahwa armada ambulans ini akan berpusat di Tarakan. Kehadiran fasilitas di bawah naungan yayasan ini diharapkan mampu memperluas alternatif moda transportasi medis di luar unit yang telah disediakan oleh fasilitas kesehatan formal seperti rumah sakit maupun puskesmas.

Guna mendukung efektivitas penanganan medis, seluruh layanan penjemputan dan pengantaran pasien dipastikan tidak dipungut biaya alias gratis. Seluruh komponen biaya operasional, termasuk pembelian bahan bakar minyak, sepenuhnya ditanggung oleh pihak yayasan agar masyarakat terbebas dari beban finansial.

“Kalau biaya operasional untuk mobilisasi mengantar pasien, kami gratiskan. Bahan bakar dan kebutuhan lainnya ditanggung yayasan. Insyaallah gratis, karena sejak awal kami menginisiasi layanan ini untuk membantu masyarakat yang memang membutuhkan, terutama warga dari daerah yang jauh dan harus datang ke Tarakan,” ungkapnya.

Demi memastikan pelayanan berjalan responsif terhadap kebutuhan publik, pengelola yayasan kini tengah mematangkan sistem kerja serta penyusunan jadwal tugas pengemudi. Penerapan skema tiga sif kerja sedang dirancang agar kendaraan ambulans dapat siaga penuh selama 24 jam penuh, termasuk untuk merespons panggilan darurat di tengah malam maupun waktu subuh.

Ardiansyah menambahkan bahwa teknis pengaturan tersebut masih digodok dalam rapat internal yayasan. Di samping itu, pihaknya juga sedang mempersiapkan nomor kontak layanan khusus (call center) agar masyarakat dapat menjangkau layanan ambulans dengan lebih cepat dan praktis.

“Kalau untuk operasional nanti kami rapatkan terkait pelaksanaannya. Rencana awal menggunakan sistem sif, kemungkinan tiga sif, karena kebutuhan mendesak tidak mengenal waktu. Kadang tengah malam, kadang subuh, makanya kami merencanakan pelayanan 24 jam,” tuturnya.

Sebelum saluran komunikasi resmi tersebut dirilis ke publik, masyarakat untuk sementara waktu dapat menghubungi langsung Ardiansyah ataupun sekretaris yayasan apabila memerlukan informasi seputar layanan ambulans. Penggunaan kendaraan ini tetap dibatasi secara ketat untuk kepentingan medis semata, seperti pengantaran pasien berobat, dan bukan untuk fungsi transportasi umum di luar ranah kesehatan.

“Untuk kontak yang bisa dihubungi ini masih kami bahas secara internal. Nanti ada kontak khusus untuk ambulans. Yang jelas, sepanjang peruntukannya untuk kesehatan, insyaallah gratis karena memang tujuan awalnya membantu masyarakat yang membutuhkan,” tutup Ardiansyah. (*)

Ditulis oleh Asmarani Harma

Belum ada informasi tentang penulis ini.

Share :

Baca Juga

Kalimantan Utara

Dukung Kualitas Pendidikan, Pemprov Kaltara Hibahkan Lahan 3 Hektare untuk Kantor GTK Kemendikdasmen

Kalimantan Utara

Momentum Hari Santri 2026: Pramuka Madrasah Kaltara Jadi Wadah Gembleng Jiwa Nasionalisme

Kalimantan Utara

Gema Tausiah Ustadz Das’ad Latif Tutup Kemeriahan HUT Kaltara dengan Penuh Makna

Jakarta

Anjungan Kaltara Bertransformasi: Pusat Promosi Budaya Lokal hingga Peluang Investasi Nasional

Kalimantan Utara

Paripurna HUT Kaltara ke-14: Refleksi Capaian Ekonomi dan Sinergi Pembangunan