Home / Advertorial

Jumat, 14 Februari 2020 - 13:37 WIB

Aspirasi ke DPRD Wajo, Puluhan Petani Minta Tindak Tegas Penyedot Air Irigasi Ilegal

MEDIASINERGI.CO WAJO — Puluhan Petani menyampaikan aspirasi di DPRD Wajo terkait tidak adanya aliran air yang sampai ke Kecamatan Tanasitolo.

Aspirasi tersebut diterima oleh H. Suriadi Bohari, H. Sudirman,  Meru, Andi Bakti Tantu dan H. Mustafa dan menghadirkan Kepala UPT Kalola, H. Rasyid, Camat Maniangpajo Syamsul Bahri dan Camat Tanaditolo Andi Sahri Alam di ruang Aspirasi DPRD Wajo Jumat 14 Februari 2020.

Sudirman SH, yang mendampingi petani, berharap keluhan petani bisa diselesaikan saat ini, karena yang dikeluhkan petani hanya satu, kenapa air tidak sampai di Ujungnge Kecamatan Tanasitolo.

Baca Juga:  Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan TPPO, Ketua TP PKK Sinjai Siap Bersinergi dengan Pemda

Jawabannya adalah, kata Sudirman, ada orang yang membobol saluran air dan menyedotnya secara ilegal di pintu air nomor 19.

“Sumber masalahnya jelas, sekarang tergantung kepada Kepala UPT, kalau tidak sanggup menangani laporkan ke Polisi, dan Polisi bisa mengambil mesin tersebut dengan alasan tertangkap tangan melakukan kejahatan,” jelas Sudirman.

Sementara Abdul Kadir Nongko, yang yang juga mendampingi petani dari 4 Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), meminta kepada pemerintah untuk menindak lanjuti keluhan petani. “Kepala UPT Kalola harus bertanggung, kenapa petani tidak bisa menikmati air sampai Tanasitolo,” tegasnya.

Baca Juga:  Delapan Tahun Berbagi, Warga: Terima Kasih Masjid At-taubah

Ketua KSBSI kabupaten Wajo ini, mensinyalir ada oknum yang membobol saluran air dan menyedot air menggunakan pipa dan mesin pompa untuk kepentingan pribadinya. “Membobol saluran air adalah pelanggaran hukum, harusnya laporkan ke pihak kepolisian supaya ditindak,” katanya.

Menurut Kadir, aturan pemakaian air secara bergiliran antara petani kecamatan Maniangpajo dan kecamatan Tanasitolo tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Saat giliran petani Tanasitolo, tidak ada air yang sampai, lanjut Kadir, hal ini terjadi karena adanya penyedotan air secara ilegal.

Share :

Baca Juga

Advertorial

BPJS Ketenagakerjaan Pangkep Serahkan Santunan Kematian Rp 126 Juta

Advertorial

Hadir Di Hari Jadi Wajo, Gubernur Sulsel Gelontorkan Bantuan 15 Milyar Untuk Wajo

Advertorial

HJW ke-627, Bupati Wajo Tekankan Persatuan dan Sinergi Pembangunan

Advertorial

TNI Gugur di Lebanon Selatan, Tiga Prajurit Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan

Advertorial

DPRD Wajo Mengajukan Ranperda Inisiatif Perubahan Perda Kabupaten Layak Anak

Advertorial

DPRD Wajo Serahan LKPJ Bupati 2025, Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas

Advertorial

Manajemen PT. Famindo Global Energi Bersilaturahim Bersama Bupati Wajo

Advertorial

Sinergi Antar Lembaga, Manajemen PT. PLN NP UP Sengkang Silaturahmi ke Kejari Wajo