Home / Kesehatan

Senin, 18 Mei 2020 - 09:40 WIB

Puasa Membantu Detoks Tubuh, Ini 5 Faktanya

MEDIASINERGI.CO KESEHATAN — Selain ibadah wajib bagi umat Muslim, puasa selama Ramadan juga memberi manfaat bagi kesehatan. Berpuasa juga dapat memulihkan tubuh dan memperbaiki sel tubuh yang rusak.

Detoks atau detoksifikasi berarti membuang atau menghilangkan racun. Detoksifikasi dapat membantu melindungi tubuh dari penyakit dan memperbarui kemampuan organ-organ tubuh untuk menjaga kesehatan yang optimal.

“Selama satu tahun hampir setiap saat tubuh kita terpapar oleh beragam racun, baik yang dihasilkan dari tubuh sendiri, dari lingkungan sekitar (polusi udara), maupun dari pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat misalnya konsumsi makanan yang diolah berlebihan, junk food, konsumsi alkohol,” kata pakar kesehatan dan scientific dari FibreFirst, Nourmatania Istiftiani belum lama ini.

Baca Juga:  Kota Makassar Raih Penghargaan, Munafri-Aliyah Komitmen Tingkatkan Pelayanan Dasar

Menurutnya, secara alami tubuh manusia sebenarnya telah memiliki perlindungan sendiri dalam membuang racun-racun dalam tubuh. Organ detoksifikasi utama antara lain hati, ginjal, usus dan sistem pencernaan, serta kulit.

Racun Akan Dikeluarkan dari Tubuh

Saat berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan atau kalori lebih dari 12 jam dan proses peningkatan lemak akan meningkat. Simpanan karbohidrat di tubuh berkurang, jadi tubuh akan mengubah lemak menjadi energi untuk memulihkan aktivitas kita selama berpuasa. Racun yang ada di dalam tubuh akan disimpan ke dalam sel lemak. Jadi kompilasi lemak meningkat karena berpuasa, racun-racun yang disimpan dalam lemak juga akan dipecah dan dikeluarkan dari tubuh.

Baca Juga:  Bukan Hanya Segar, Ini 5 Manfaat Minum Air Lemon Campur Madu

Perbaiki Sel-sel Tubuh

Molekul-molekul sisa yang terbentuk dapat menumpuk di dalam sel dan menyebabkan kerusakan. Sel yang sudah rusak, tidak perlu lagi dan perlu dibuang. Autofagi merupakan cara tubuh untuk menyelamatkan diri dari sel-sel yang sudah tua dan rusak sehingga dapat membentuk sel-sel baru yang lebih sehat. Selama autofagi, sel yang dibuang bagian yang tidak diinginkan dan bagian yang sudah tidak bekerja dengan baik. Namun, kadang kala sel juga akan mendaur ulang bagian yang rusak tersebut menjadi komponen baru atau asam amino (bagian yang rusak penyusun protein).

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Menaker: BPJS Ketenagakerjaan Harus Cegah Kecelakaan Kerja, Bukan Sekadar Urus Klaim

Daerah

Bupati Soppeng Harapkan Peningkatan Pelayanan di RSUD La Temmamala

Kesehatan

Lima Makanan Bisa Turunkan Tekanan Darah

Kesehatan

Empat Cara Turunkan Berat Badan Sebelum Tidur

Kesehatan

MITOS, Mencuci Beras Bisa Berdampak Negatif

Kesehatan

Tidak Boleh Disantap Enam Makanan Bersama Buah Durian

Kesehatan

Gejala Penyakit Jantung Bisa Terlihat di Kuku

Kesehatan

Minum Kopi Pahit Mengatasi Gejala Flu dengan Cepat