MEDIASINERGI.CO JAKARTA — Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada skenario terburuk imbas pandemi COVID-19 akan terperosok ke -0,5%. Capaian kuartal I-2020 saja hanya 2,97%.
Namun menurut Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet, jika pemerintah berhasil memberlakukan era normal yang baru atau new normal tanpa membuat kasus positif virus Corona melonjak, Indonesia bisa keluar dari ancaman pertumbuhan ekonomi negatif.
“Kalau kita melihat dari tren kuartal 1 yang tumbuh 2%, kemudian kuartal 2 ini kan memang ada kemungkinan dia lebih rendah dibandingkan kuartal 1. Menurut saya potensinya berada dikisaran maksimal kalau hitungan kami itu di 2%,” kata dia yang dilansir detikcom, Selasa (26/5/2020).
Hal itu dengan catatan jika new normal ini akan dilaksanakan di bulan Juni. Jika tidak, pihaknya memproyeksikan skenario terburuk sama seperti pemerintah, yaitu ekonomi minus 2%
“Jadi dengan skenario ini tentu pertumbuhan ekonomi bisa relatif lebih baik, maksudnya dari prediksi-prediksi skenario terburuknya. Kalau kami kan prediksi skenario terburuknya bisa mencapai minus 2 sampai dengan akhir tahun. Tetapi dengan adanya wacana (new normal) ini kami melihatnya batas atas itu di 2% sampai akhir tahun pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
















