Home / Sulsel

Sabtu, 19 Juni 2021 - 20:22 WIB

JURnaL Celebes Khawatirkan Bahan Kayu Phinisi Kian Berkurang

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Meningkatnya kebutuhan kayu Bitti untuk industri pembuatan perahu Phinisi di Bulukumba Sulawesi Selatan memerlukan perhatian dari pemerintah. Karena selama ini kebutuhan bahan baku kayu Bitti itu dipasok dari Papua, Maluku dan juga dari Kabupaten Luwu Sulsel, sehingga jika tidak segera diatasi, maka kemungkinan industri perahu Phinisi di Bulukumba akan terhenti, begitupun dengan industri kerajinan meubel lainnya yang banyak digeluti masyarakat di Sulsel, juga terancam tutup.

Demikian diungkapkan Direktur JURnaL Celebes, Mustam Arif yang didampingi Koordinator Pemantau Ferdhiyadi N dalam jumpa pers yang diikuti sejumlah media di Makassar, yang berlangsung di Cafe Baca, Sabtu 19 Juni 2021.

Dikatakan, industri kerajinan perahu Phinisi merupakan keterampilan yang digeluti masyarakat Bulukumba secara turun temurun dan merupakan potensi peninggalan budaya Suku Bugis Makassar, sehingga jika tidak segera dilakukan budidaya pohon kayu Bitti oleh pemerintah Provinsi Sulsel, maka suatu saat industri kerajinan perahu Phinisi di Bulukumba akan mandek.

Baca Juga:  Bupati Wajo Minta HIPKI Sulsel Punya Tawaran Inovasi Kembangkan Persuteraan

Seperti diketahui, kayu yang digunakan untuk membuat perahu phinisi itu adalah jenis kayu Bitti yang hanya tumbuh di beberapa kabupaten di Sulsel dan kini semakin sulit ditemukan, karena tidak adanya budidaya tanaman kayu Bitti tersebut.

Jika kayu tersebut semakin langka, maka ada kecederungan bahan baku kayu Bitti diperoleh dari luar Sulawesi dan didatangkan secara ilegal, karena harganya pasti kian tinggi. Bahkan, hasil dari tim penegakan hukum (Gakkum) hasil hutan sudah mendapatkan dan menyita penjualan kayu Bitti itu secara ilegal tanpa dilampiri dokumen resmi hasil hutan.

Baca Juga:  Ada Enam Menteri Bakal Reshuffle

Kelangkaan kayu Bitti itu juga membuat 1.000 industri kerajinan kayu di Sulsel juga kesulitan bahan baku, padahal industri kerajinan kayu meubel itu banyak digeluti masyarakat lokal.

Dimasa pandemi ini, para pengrajin kayu meubel itu mengharapkan adanya bantuan modal dari pemerintah dan juga bantuan akses pasar, keterampilan inovatif dan penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) yang diharapkan bisa mengerem munculnya pasar kayu yang diperoleh dari hutan secara ilegal.

Melihat kondisi itulah, sehingga JURnaL Celebes melaksanakan program pemantauan hutan dan peredaran kayu di Sulawesi Selatan, yang menilai kondisi tersebut akan berdampak terhadap[ kelanjutan industri kayu.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Wali Kota Munafri Tangani Kekeringan Sistem Berkelanjutan, 65 SPAM Diperkuat untuk Jangka Panjang

PINRANG

Wabup Sudirman Menyampaikan, Apresiasi Terhadap Peran Aktif DPRD Pinrang Dalam Menyerap Dan Menyampaikan Berbagai Aspirasi Masyarakat

Sulsel

Wajah Baru TPA Tamangapa Mulai Terlihat, Munafri: Pembenahan Ramah Lingkungan

Sulsel

Rakor Persiapan Kunker Presiden Prabowo, Munafri Pastikan Makassar Siap Dukung Sekolah Rakyat

Sulsel

Ray Suryadi Soroti Ancaman Kekeringan, Pemkot Makassar Diminta Hitung Kebutuhan Air Warga

Sulsel

Bupati Wajo Jawab Pandangan Fraksi DPRD, Tegaskan Penguatan PAD dan Pembenahan Wajo Energi Jaya

Sulsel

Antrean BBM Mulai Longgar, Disdik Makassar Kembalikan Siswa TK-SMP ke Sekolah Mulai Besok

Sulsel

Kekeringan Meluas, BPBD Makassar Kerahkan 25 Armada Salurkan Air ke 26888 Kepala Keluarga