MEDIASINERGI.CO SINJAI — Petugas gizi Puskesmas di Kabupaten Sinjai dibekali penguatan manajemen pencegahan Stunting. Pertemuan dikemas dengan orientasi manajemen surveilans Gizi Puskesmas se-Kabupaten Sinjai, Jumat 29 Oktober 2021
Kadis Kesehatan Sinjai, dr. Emmy Kartahara Malik, mengungkapkan , hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) prevalensi tahun 2018 hanya Kabupaten Sinjai berada di urutan ke- tujuh sebesar 42,2 persen.
Kendati demikian dengan segala upaya yang telah dilakukan Pemkab Sinjai dalam penanganan stunting, prevalensi stunting berdasarkan pengukuran stunting hingga Agustus 2021 di Sinjai kini hanya sebesar 8,41 persen.
dr. Emmy sapaan akrabnya menekankan agar petugas gizi di puskesmas lebih mengetahui data kinerja dan data masalah gizi, aktif melakukan skrining data kinerja hingga mampu membuat analisis kuadran kinerja dengan masalah gizi serta dapat menyusun Planning of Action untuk intervensi gizi skala mikro.
“Kita harus melakukan ini secara komprehensif, kita tidak boleh tidak tahu atau abai dengan kondisi ini. Semua harus aktif melakukan penanganan maupun pencegahan Stunting,” ungkapnya.
















