MEDIASINERGI.CO MAKASSAR, — Gerakan Nasional Anti Narkoba (Ganas Annar) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan mengajak Dinas Perpustakaan Kota Makassar bersama-sama melakukan gerakan literasi memerangi narkoba atau gerakan literasi anti-narkoba.
Ajakan tersebut disampaikan Ketua Ganas Annar MUI Sulsel, Dr H Waspada Santing, kepada Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar Sulsel, Tenri A Palallo, saat melakukan audiensi di Kantor Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Selasa, 01 Maret 2022.
“Tenri mengharapkan Dinas Perpustakaan Kota Makassar dan Ganas Annar MUI Sulsel bersama-sama menyuarakan gerakan anti-narkoba, yakni melalui gerakan literasi, yang tentunya berhubungan dengan akibat buruk penggunaan narkoba,” kata Waspada.
Pada audensi itu, Waspada Santing juga mengharapkan jalinan kerjasama antarkedua lembaga ini.
Kerjasama itu nantinya tertuang dalam berbagai program saling menguntungkan, utamanya dukungan mengenai literasi yang bersentuhan dengan gerakan anti-narkoba di kalangan siswa di kota yang kini dipimpin Mohammad Ramdhan Pomanto dan Fatmawati Rusdi ini.
Di bagian lain, Waspada Santing juga mengurai akibat buruk, khususnya berkaitan dengan kejahatan narkoba.
“Akibat buruk bagi pengguna narkoba, bukan saja merusak mental, melainkan meluluhlantakkan sendi-sendi dan masa depan generasi muda,” ujar Waspada.
Dia mengatakan, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya lainnya (Narkoba), menjadi bom waktu di negeri berpenduduk lebih 250 juta ini.
Betapa tidak, peredarannya sudah sampai di tempat-tempat yang justru dianggap aman dari hal-hal negatif. Sebut saja sekolah, kampus, bahkan rumah-rumah ibadah pun tak luput dari barang haram ini.
Peredarannya pun dilakukan dengan berbagai macam cara. Ada yang dijadikan permen, dicampurkan ke dalam adonan cookies, dan ada juga yang disembunyikan dalam bungkusan ikan asin, dan lainnya.
Di sisi lain, meski pecandu narkoba di Indonesia belum menemukan angka pasti, namun ancamannya sangat mengkhawatirkan.















