Laporan : H.Syakhruddin.DN
MEDIASINERGI.CO – Pelaksanaan uji Standar Operasional Prosedure (SOP) yang digelar Kampung Siaga Bencana (KSB) “Walanae” Kecamatan Sabbang Paru, Kabupaten Wajo, telah didemonstrasikan di hadapan Bupati Wajo, Amran Mahmud, Wakil Bupati Mahmud,
Unsur Forkompinda, Direktur PSKBA (Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam) Kementerian Sosial, Plt. Drs. H. Iyan Kusmadiana, M.Ps dan Gubernur Sulsel, diwakili Kadis Sosial Prov. Sulsel, Drs H.A. Irawan Bintang, MT, serta utusan Kadis Sosial dan Forum Tagana se-Sulawesi Selatan, bertempat di Lapangan Merdeka Sengkang, Sabtu 18 Juni 2022.
Bersama narator Perintis Tagana Indonesia, H.Syakhruddin.DN dan Protokol Pemkab Wajo, Ratna menggambarkan seputar pelaksanaan kegiatan “gladi lapang” dalam suasana hujan yang rintik-rintik membasahi Bumi Lamadukelleng.
Adapun tahapan dan fase pelaksanaan Uji Coba KSB diawali dengan, penggambaran suasana kawasan Kampung Siaga Bencana (KSB) Walanae.
Disana ada anak-anak bermain bola, ada kehidupan nelayan, sesungguhnya disini harus ada aktifitas perahu nelayan, hanya saja, perahu fiber yang disiapkan sangat berat untuk di dorong ke tengah.
Sementara, gabus perahu yang dijanjikan Pak Anto, di saat sedang berlangsung gladi sehari sebelumnya, tidak dapat diwujudkan sampai pelaksanaan kegiatan puncak.
Padahal jika hal itu, disiapkan akan menambah kemeriahan suasana kampung siaga bencana. Bahkan sudah difikirkan untuk menambah, orang yang sedang memancing ikan di Sungai Sabbang Paru di Wajo, sehingga benar-benar mendekati suasana kawasan KSB.
Ini menjadi catatan kecil untuk kelak, bila terdapat obyek yang sama, di lokasi pelaksanaan KSB yang hampir sama, dengan KSB Walanae di Sabbang Paru Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, dapat diupayakan oleh Tim Instruktur.
Fase kedua :
Kegiatan di Gardu Induk, seharusnya terlihat sibuk, bahkan diberikan sound tersendiri, agar pembahasan dalam rapat di gardu induk, terdengar para tamu undangan. (Hal ini, juga perlu difikirkan dimasa mendatang)
Pemasangan Jalur Evakuasi : Disini harus dibuat jalan berlekuk, hingga menuju titik kumpul, sebagai bagian dari aktifitas sebelum bencana terjadi.
Suasana Dalam Kondisi Darurat :
Salah seorang masyarakat yang lari tergopoh-gopoh, idealnya membuat aksi, terjatuh dalam perjalanan, karenanya harus diwaspadai, semua perangat HP, dan kelengkapan lainnya supaya disimpmpan saat menjadi pelaku “Kondisi Darurat”
















