MEDIASINERGI.CO JAKARTA — Ikon wisata religi andalan di kota Probolinggo, tutup. Penyebabnya, karena bangkrut.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Probolinggo kaget betul dengan kenyataan itu. Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Sardi, menyebut baru mengetahui kabar penutupan museum yang berada di Jalan Suroyo, Kelurahan Tisnonegaran itu, dari media sosial serta rekan wartawan.
“Untuk penutupan Museum Rasulullah, awalnya pihaknya tidak diberi tahu oleh pihak pengelolanya, baru tahu dari Medsos kalau museum ditutup sementara,” kata Sardi.
Dia menyayangkan penutupan museum itu dilakukan di medsos. Seharusnya pihaknya mendapat pemberitahuan secara tertulis.
“Seharusnya disampaikan secara tertulis ke pihaknya, karena perjanjian awal tertulis ya berakhir pamit ya juga secara tertulis,” kata dia.
Dari pantauan detikJatim di lokasi, seluruh pintu masuk dan keluar museum ditutup. Bahkan, semua tulisan Museum Rasulullah di dinding museum bagian depan dan di dekat pintu masuk sudah dihapus.
Tak hanya itu, tulisan stiker yang terbuat dari akrilik hitam juga dilepas dan dicat putih. Semua tulisan di atas triplek dekat pintu masuk juga hilang.
















