Home / Nasional

Kamis, 9 Februari 2023 - 16:07 WIB

Presiden: Pers Bertanggungjawab Menangkal Berita Bohong

Presiden Jokowi menyalami Ketua Umum PWI Atal S.Depari usai pemberian penghargaan kepada Gubernur Sumut dan Gubernur Sultra pada acara puncak Hari Pers Nasional 2023 di Medan Provinsi Sumatera Utara

Presiden Jokowi menyalami Ketua Umum PWI Atal S.Depari usai pemberian penghargaan kepada Gubernur Sumut dan Gubernur Sultra pada acara puncak Hari Pers Nasional 2023 di Medan Provinsi Sumatera Utara

Laporan H.Manaf Rachman dari HPN Medan

Presiden Jokowi menilai dunia pers saat ini tidak dalam baik-baik saja. Pers sekarang ini tampil dalam dunia digital yang penuh dengan tantangan. Tantangan utama pers saat ini adalah merealisasikan berita yang bertanggung jawab. Karena algoritma raksasa industri pers hanya cenderung  mempertahankan jumlah pembaca  saja, tanpa berupaya meningkatkan  kualitas berita.

Presiden Jokowi mengungkapkan hal itu dihadapan insan pers ketika menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2023 yang dipusatkan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Kamis, 9 Februari 2023 di GOR Serbaguna Pemprov Sumut.

Terkait dengan tantangan pers itulah, Presiden Jokowi meminta kementerian terkait untuk segera mempercepat Peraturan Presiden (Perpres) tentang pers yang bertanggung jawab, yang harus diterbitkan secepatnya.
Presiden merasa sangat prihatin,  karena hampir 60 persen belanja iklan nasional diambil oleh platform digital asing. Hal ini sangat menganggu industri pers di tanah air.

Baca Juga:  Hendry Ch Bangun Terpilih Jadi Ketua Umum PWI

Selain itu, presiden juga menaruh perhatian terhadap kedaulatan dan keamanan data masyarakat yang  harus dijaga, karena pencurian data pribadi  penduduk Indonesia  seringkali terjadi dan banyak warga yang  menjadi korbannya.

“Untuk itulah, di era digital  masyarakat diminta selalu berhati-hati dan waspada dalam mendownload aplikasi di telepon genggamnya,” ujar Jokowi mengingatkan.

Jokowi berharap, peran pers saat ini harus mampu  menjadi rumah informasi yang bersih, untuk memilah dan memilih kebenaran informasi.

Presiden meminta semua pihak untuk mendukung keberadaan media utama yang mampu menyajikan berita yang berimbang dan benar sesuai dengan Undang Undang Pers dan kode etik.

Baca Juga:  Ketua TP PKK Kota Makassar Pacu Semangat DLH Wujudkan Kota Makassar yang Bersih dan Sehat

Presiden berharap Media utama jangan dibisrkan berjalan sendirian.  Media utama  juga harus terbebas dari kepentingan tertentu, karena pers bisa menjadi pilar utama untuk menegakkan demokrasi di tahun politik tahun ini.

Sementara itu, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dalam sambutannya mengharapkan para wartawan bisa menulis tentang potensi yang dimiliki oleh Provinsi Sumut.

Dikatakan, orang mengawali hidup sehari-hari dengan berita dan semua orang membutuhkan berita dan  informasi.
Matinya kebenaran dan munculnya kebohongan bisa terjadi apabila pers terus digempur dengan  berita bohong.

“Ukuran tertinggi terhadap profesi pers  bisa dilihat dari sejauh mana pers bertanggung jawab terhadap profesinya,” ujar Edy Rahmayadi.

Share :

Baca Juga

Nasional

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Kuala Lumpur

Nasional

Pekan Kedua April 2027, Lampung Tuan Rumah HPN dan Porwanas

Nasional

Gema Paskah Nasional 2026, Saat Puluhan Ribu Umat dan Tokoh Bangsa Bersatu di Manado

Nasional

Presiden RI Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL

Nasional

Menlu Sugiono Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya Prajurit UNIFIL di Lebanon

Jakarta

PWI: Kemerdekaan PERS Bagian dari HAM

Nasional

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Nasional

Zugito Serahkan Hasil Konkernas PWI 2026 ke Ketua Umum Akhmad Munir