Home / Tak Berkategori

Sabtu, 16 November 2024 - 17:43 WIB

KETUM PWI PUSAT AJAK MEDIA-MEDIA BESAR IKUTI LOMBA ANUGERAH JURNALISTIK ADINEGORO 2024, PROMOSIKAN KARYA BERKUALITAS

MEDIASINERGI.CO JAKARTA — Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun tetap “ngotot” menyelenggarakan gelaran Anugerah Jurnalistik Adinegoro (AJA) 2024. Ini bentuk apresiasi PWI terhadap wartawan dan media yang menghasilkan karya-karya jurnalistik berkualitas.

“Saya mengajak Kelompok Kompas Gramedia mengikuti ajang kompetisi AJA 2024, untuk semua kategori, karena KKG sudah berpengalaman menghasilkan karya jurnalistik berkualitas,” ujar Ketum PWI Pusat Hendry Ch Bangun di Kantor Redaksi Kompas, Gedung Menara Kompas, Jakarta, Jumat (15/11/2024).

Di kantor Kompas, Hendry Bangun diterima oleh A. Haryo Damardono, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas. Haryo sendiri pernah memenangkan penghargaan Adinegoro tahun 2018 untuk kategori jurnalistik siber, lewat karyanya yang bertajuk “Janji Untuk Papua” yang dipublikasikan di Kompas.ID pada 1 Maret 2017 lalu.

Baca Juga:  Indira Yusuf Ismail Buka Turnamen Basket Honda DBL with Kopi Good Day Sulawesi Selatan

Kunjungan ke Kompas adalah bagian dari program “Road to AJA 2024”. Mengunjungi media-media besar penting agar gaung AJA 2024 semakin kuat dan mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya insan pers.

Redaktur Pelaksana Harian Kompas, Marcellus Hernowo mengatakan, Kompas memiliki Desk Khusus Investigasi. Desk ini memiliki dua tim investigasi dengan target dua karya per bulan. Oleh karena itu, Kompas akan mengikutsertakan karya-karya wartawannya dalam ajang AJA 2024.

Baca Juga:  Berbalut Kain Sutera, Sekwan DPRD Wajo Tampil Memukau di Sengkang Silk Fashion Carnaval 2025

“Harus diakui untuk tahun 2024 ini, baru tercapai satu karya investigasi per bulan. Karena tak mudah untuk melakukan kerja investigasi, terutama untuk memperoleh konfirmasi,” tambah Haryo.

Kemudian diceritakan pengalaman saat menggarap laporan investigasi “Rokok Ilegal Tanpa Pita Cukai Resmi” wartawan Kompas kesulitan memperoleh konfirmasi karena masyarakat dijadikan “pagar hidup” oleh industri rokok ilegal tersebut. Masyarakat tak mau buka suara. Mereka juga membela industri ilegal tersebut.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Daeng Manye – Hamkah B Kady Diskusi Bahas Percepatan Pembangunan Infrasturktur Takalar

Makassar

Sosialisasi Program Pemilahan Sampah RW 8 BLok B BTP Makassar

Sulsel

Solusi Pilah Sampah, Appi: Tak Perlu Beli Kantong Sampah, Cukup Dua Ember dari Rumah

Makassar

DP3A Makassar Apresiasi Shelter Warga Pa’Baeng-Baeng, Semangat Pemberdayaan Terus Berkembang

Sulsel

Pimpin IKA SMADA-STIWA, Andi Rosman Bidik Organisasi Alumni Jadi Mitra Strategis Daerah

Sulsel

Pimpin Apel Gabungan, Bupati Takalar: ASN Harus Produktif, Inovasi dan Berikan Kontribusi Nyata ke Masyarakat

Sulsel

Pimpin Apel Gabungan, Munafri Serukan ASN Peka Persoalan Sosial di Lingkungannya

Sulsel

BAST Renovasi Ditandatangani, DPRD Makassar Segera Tempati Gedung di Kantor Lama