MEDIASINERGI.CO
WAJO – Ratusan warga dari Desa Cinnongtabi, Desa Tosora, dan Desa Tellulimpoe, Kecamatan Majauleng, memadati kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2026 yang digelar Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Wajo, AD Mayang, Kamis (16/7/2026).
Reses kali ini terasa berbeda. Selain menjadi wadah menyerap aspirasi, Legislator Partai Demokrat itu juga menghadirkan pelayanan langsung kepada masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas Tosora serta sosialisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) oleh BPJS Kesehatan Kabupaten Wajo.
Suasana berlangsung hangat. Warga tidak hanya datang untuk menyampaikan keluhan, tetapi juga memanfaatkan layanan kesehatan yang disediakan sebelum mengikuti dialog bersama anggota DPRD dan organisasi perangkat daerah.
Dalam sambutannya, AD Mayang mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang selama ini diberikan masyarakat kepadanya.
“Sudah 17 tahun saya mengabdi sebagai anggota DPRD. Kehadiran kami hari ini bukan sekadar bertemu masyarakat, tetapi bagaimana kami bisa menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi warga,” ujarnya.
Pada kegiatan tersebut turut hadir perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pertanian Kabupaten Wajo, serta BPJS Kesehatan. Kehadiran sejumlah instansi itu diharapkan dapat memberikan penjelasan langsung terhadap berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.
Dalam sesi dialog, aspirasi yang paling banyak disuarakan warga adalah pembangunan ruas jalan Tosora – Cinnongtabi serta ruas jalan Poros Ladua – Wajowajo – Gancennge yang hingga kini belum juga mendapat penanganan.
“Kami sudah terlalu lama menunggu pembangunan jalan Paria – Tosora khususnya di Desa Cinnongtabi. Kami ingin mengetahui mengapa sampai hari ini belum juga dikerjakan,” ujar Bur, salah seorang tokoh masyarakat Cinnongtabi.
Selain jalan, warga juga menyampaikan keluhan mengenai keterlambatan distribusi pupuk bersubsidi, program Listrik Masuk Sawah (LISA), rehabilitasi ruang belajar SD Negeri 174 Tajo, perbaikan atap SD Negeri 163 Tellulimpoe, perhatian terhadap kesejahteraan guru PAUD yang insentifnya masih bergantung pada Dana Desa, pelayanan BPJS Kesehatan, hingga kelangkaan tabung LPG 3 kilogram.
















