Home / Kesehatan / Sulsel

Minggu, 24 Maret 2019 - 10:16 WIB

Sering Kesemutan? Berarti Anda Mungkin Sedang Mengalami Penyakit Berbahaya Ini

MEDIASINERGI.CO — Kesemutan yang menimbulkan sensasi seperti kebas atau mati rasa ini bisa terjadi kapanpun, misalnya setelah duduk bersila dalam waktu lama. Penyebab terjadinya kesemutan pun bisa beragam. Kesemutan ada yang bersifat sementara dan ada pula yang sifatnya berkepanjangan

Kesemutan atau dalam istilah medisnya disebut parestesia adalah sensasi geli atau mati rasa yang dibarengi dengan perasaan seperti Anda tertusuk jarum. Hal ini terjadi ketika saraf secara tidak sengaja mendapatkan tekanan sehingga aliran darah pada saraf tidak lancar.

Kesemutan pun ada yang bersifat sementara dan kesemutan berkepanjangan yang dikenal dengan istilah parestesia kronis. Kesemutan juga bisa disebabkan oleh gangguan kesehatan atau penyakit tertentu. Di bawah ini adalah penyebab-penyebab kesemutan sementara dan kronis.

Penyebab Kesemutan Sementara

Tidak hanya terjadi pada lengan atau kaki, kesemutan sementara terjadi ketika ada anggota tubuh yang mengalami tekanan dalam waktu lama. Hal ini membuat pasokan darah ke saraf di daerah itu menjadi terhambat. Anda bisa merasakan kesemutan pada kaki setelah duduk bersila atau memakai sepatu terlalu kecil. Kesemutan pada tangan juga dapat dirasakan, misalnya ketika tidur dengan posisi kepala menindih lengan.

Baca juga:  5 Cara Mengurangi Asam Urat Tinggi di Rumah

Karena bersifat sementara, kondisi ini bisa mereda dengan sendirinya jika Anda membebaskan area yang kesemutan dari tekanan, seperti meluruskan kaki setelah duduk bersila atau melepaskan tangan yang tertindih. Dengan begitu aliran darah akan kembali lancar.

Penyebab lain adalah penyakit Raynaud. Penyakit ini memengaruhi pasokan darah ke area tertentu pada tubuh, seperti jari-jari tangan dan kaki. Penyakit ini khususnya menyerang saat penderita sedang stres, gelisah, atau berada di ruangan bersuhu dingin.

Penyebab Kesemutan Berkepanjangan

Kesemutan yang terjadi secara berkepanjangan biasanya berhubungan dengan kondisi kesehatan Anda, misalnya akibat menderita penyakit diabetes, gangguan ginjal, penyakit hati, stroke, tumor otak, kanker, ketidakseimbangan hormon, multiple sclerosis, carpal tunnel syndrome, kompresi saraf ulnaris.

Baca juga:  Akibat Pandemi, Permintaan Muballigh Ponpes As'Adiyah untuk Ramadhan 1442 H Turun Drastis

Selain itu, obat-obatan yang sedang Anda konsumsi juga bisa memicu kesemutan, misalnya obat-obatan kemoterapi yang digunakan untuk mengatasi kanker payudara dan limfoma, obat anti kejang, antibiotik, dan obat untuk penyakit HIV/AIDS.

Terpapar zat beracun juga bisa menimbulkan kesemutan. Zat-zat beracun terkait, misalnya merkuri, talium, timbal, arsenik, dan beberapa bahan kimia industrial lainnya.

Faktor lain yang menyebabkan kesemutan berkepanjangan adalah malnutrisi akibat pola makan yang buruk, kekurangan vitamin B12, serta akibat mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan

Bagaimana Cara Mengetahui Penyebab Pasti Kesemutan?

Jika Anda sering merasa kesemutan, Anda bisa menanyakan penyebabnya ke dokter. Dokter akan menelusuri riwayat medis dan keluhan, dan melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang. Beberapa tes penunjang mungkin akan dijalani, seperti tes darah, tes elektromiogram (EMG), pemeriksaan cairan serebrospinal, tes konduksi saraf, MRI, dan biopsi.

Baca juga:  8 Penyakit Yang Bisa Sembuh Dengan Berjalan Kaki

Setelah diagnosis ditegakkan, dokter dapat menentukan penanganan untuk kesemutan yang Anda alami. Sebagai contoh, jika kesemutan terjadi karena diabetes, maka dokter akan mengingatkan Anda untuk selalu mengontrol kadar gula darah, memberikan obat untuk menjaga kadar gula darah, dan menerapkan pola makan sehat.

Secara umum, kesemutan bisa diminimalkan dengan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat, misalnya: Rutin berolahraga, Menghindari terpapar racun, Menghindari atau membatasi konsumsi minuman beralkohol, Berenti merokok, Pola makan yang sehat, Menjaga berat badan ideal, Mengobati dan mengontrol penyakit kronis jika ada, seperti diabetes atau penyakit ginjal.

Kebanyakan kasus kesemutan yang terjadi bersifat sementara. Anda disarankan untuk segera mengunjungi dokter jika kesemutan yang Anda alami memburuk, disertai kemunculan ruam, pusing, kejang otot, sering buang air kecil, timbul rasa nyeri di leher, lengan bawah dan jari, tubuh terasa lemah atau tidak bisa bergerak, atau kehilangan kesadaran.(Sumber: Babe)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Dukung Tercapainya JKS, Program JKN dan KIS, Bupati Wajo Raih Penghargaan dari BPJS Kesehatan

Sulsel

Lakukan Penyegaran, Wali Kota Danny Lantik 457 Pejabat Pemkot

Advertorial

DPRD Lutim Berguru Perda Retribusi Pengendalian dan Pengawasan Menara Provider di DPRD Wajo

Sulsel

Hadiri Pencanangan Zona Integritas Kejari Wajo, Bupati Amran Mengajak Berkomitmen Tanamkan Jiwa Integritas

Sulsel

Raker FDK Guna Mewujudkan Akreditasi Unggul

Sulsel

Amran Mahmud  Minta Maaf Atas Ketidaknyamanan Beraktivitas Saat Kedatangan Presiden

Advertorial

Hadiri KLB PSSI, Wabup Wajo: Kita Programkan Setiap Kecamata Ada Lapangan Sepakbola

Sulsel

Moh. Ramdhan Lantik Pengurus Forum Multi Sektor Percepatan Eliminasi TB