
“Sekarang ini sudah ada nomor induk koperasi. Kalau Koperasi Asoka ini sudah punya nomor induk dan patuh pada regulasi Pemkab. Di Wajo baru ada 31 yang punya nomor induk koperasi,” ungkap Muh. Arwes.
Sementara Bupati Wajo H. Amran, SE enjelaskan koperasi adalah salah-satu sektor ekonomi yang harus dikembangkan. Koperasi sekarang ini memang ada yang ratingnya turun karena persoalan koperasi bodong, dan kedepannya akan ditertibkan bersama .
Amran SE menegaskan, dari 443 Koperasi di Wajo, hanya 223 yang masuk kategori aktif, 260 Koperasi tidak aktif dan baru 31 yang melakukan RAT.
Pemerintah mengapresiasi kepada seluruh pengurus koperasi PKK Aneka Karya karena secara teratur dan tepat waktu, bukan hanya seremonial tapi betul-betul Mengadakan Rapat Anggota Tahunan. Dan diharapkan pengurus dan anggotanya berperan aktif dalam pengembangan koperasinya.
“Mari kita berbenah memperbaiki diri, Mari cari solusi terbaik, Saya yakin Koperasi ini dapat berjalan baik karena punya prospek yang cerah. Keberhasilan bukan hanya pengurusnya tetapi harus ada peran serta daripada anggota. Dorong simpanan wajib dan simpanan sukarela dari para anggota supaya bisa mempunyai modal sendiri,” tegasnya.(Advertorial)
















