Paripurna dilanjutkan dengan laporan Tim Pengawas DPR RI terhadap Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Laporan Tim Pengawas DPR RI terhadap Pelaksanaan Penanganan Bencana, dan laporan Tim Penguatan Diplomasi Perlemen DPR RI. Selain itu juga bakal disampaikan laporan Tim Pemantau DPR RI terhadap Pelaksanaan UU terkait Otsus Aceh, Papua, dan Keistimewaan DIY.
Sebelumnya, mantan Komisioner KPK, Bambang Widjojanto, bersuara keras tentang revisi UU KPK dan pemilihan pemimpin KPK yang baru. BW menilai saat ini KPK sedang diluluhlantakkan dan diporakporandakan.
“KPK diluluhlantakkan. Indikasi bau sangit kolusif pemilihan capim KPK terasa menyengat. Parade kepongahan dipertontonkan secara seronok. Calon yang oleh KPK dituduh nir-integritas dan tak mampu mengoptimalkan upaya pemberantasan korupsi KPK justru sengaja dipilih jadi komisioner KPK oleh parlemen setelah diusulkan Presiden,” kata BW kepada wartawan, Minggu (15/9).
Sementara itu, mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menarik Irjen Firli Bahuri sebagai pimpinan KPK. Menurut Busyro, terpilihnya Firli sebagai Ketua KPK sarat akan konflik kepentingan.
“Tapi menurut saya itu kan menjadi catatan Polri. Ada bukti, ada track record tentang Firli. Sekarang kalau Kapolri punya itikad jujur, itikad baik. Tarik Firli. Tarik. Punya otoratis menarik kok. Dulu punya otoritas mengizinkan kenapa tidak punya otoritas menarik, apalagi ada bukti seperti itu,” kata Busyro kepada wartawan, Minggu (15/9).(Sumber: detik.com)
















