MEDIASINERGI.CO WAJO — Sensus penduduk merupakan program nasional menyiapkan data dasar terkini baik ditingkat nasional maupun daerah termasuk Kabupaten Wajo, Sulawesi selatan. Hal itu diungkapkan Bupato Wajo H. Amran Mahmud beberapa waktu lalu.
Sebagai wujud dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Penduduk 2020, orang nomor wahid di Bumi Lamaddukkelleng ini menghimbau agar seluruh elemen masyarakat kabupaten Wajo untuk ikut berperan serta mendukung sepenuhnya dalam pelaksanaan Sensus Penduduk 2020.
“Mari kita update data kependudukan semua secara mandiri melalui aplikasi on-line dan mandiri mulai 15 Ffebruari -31 Maret 2020” ajaknya.
Apalagi kata Amran Mahmud, Sensus Penduduk Online (SPO) sudah bisa diakses melalui Link: sensus.bps.go.id sekarang dan sudah mudah mengupdate sendiri data kependudukan sendiri secara mandiri.
“Caranya mudah dan kita akan dibimbing oleh petugas nya yang ditunjuk oleh BPS Kabupaten Wajo dan dilanjutkan pada bulan juni 2020 di rumah kita masing masing dengan memberikan jawaban yang jujur dan sebenarnya,” tutupnya.
Sekadar diketahui bahwa, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) 39 Tahun 2019 tentang Satu Data ini, selaras dengan harapan Bupati Wajo dan Wakil Bupati Wajo, dengan satu data tidak ada lagi kesalahan dalam merencanakan pembangunan kedepannya dalam rangka menuju Wajo Maju dan Sejahterah.
Sementara, Kepala BPS Wajo Syahrir Wahab menjelaskan, program Satu Data ini menjadi jembatan antara kementerian/lembaga bahkan Kab/Kota yang kerap mengalami perbedaan data, misalnya data jumlah penduduk.
Selama ini, kata Syahrir Wahab, antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan Badan Pusat Statistik (BPS) kerap merilis angka jumlah penduduk yang berbeda. Selain itu, BPS dan Dukcapil memiliki konsep yang berbeda dalam mendefinisikan penduduk. Hal ini tentu menjadi persoalan serius mengingat kebijakan pemerintah yang berbasis data penduduk demikian banyak.
“Selain membangun basis data terpadu, program Satu Data juga memerlukan pembangkit data komprehensif dan menciptakan masyarakat sadar data. Dalam hal ini, SP 2020 menjadi harapan utama dalam membangkitkan data kependudukan. SP 2020 juga berperan menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya data kependudukan yang secara kontinyu diperbarui,” ungkap Syahrir Wahab saat berkunjung di Kantor Bupati Wajo awal Februari lalu.
Dia mengatakan, melalui SP 2020, semua penduduk nantinya akan dicacah secara lengkap. Tujuannya mengetahui perubahan jumlah, termasuk komposisi dan perpindahan penduduk. Selain itu, karakteristik kependudukan juga “ditangkap” untuk melengkapi informasi untuk mendukung program Satu Data besutan presiden.(Red-Adv))
Editor: Muh. Hamzah



