“Jadi jangan jemur sampai gosong. Bagi orang yang kulit putih, hanya 15 menit cukup dan yang yang berkulit hitam cukup 20 menit cukup,” jelasnya.
Profesor geriatri dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof dr Siti Setiati, SpPD, KGER, MEpid, dalam penelitiannya juga menyebut sinar matahari memberikan manfaat paling optimal pada siang hari.
“Iya, di atas jam 9, hasil penelitian beberapa tahun lalu. Mungkin perlu diteliti lagi karena sudah lama,” kata Prof Siti saat dikonfirmasi.
Sedangkan untuk menangkal paparan sinar ultraviolet A yang ‘jahat’ bagi kulit, aesthetiv consultant dari Ekle’s Clinic, dr Eklendro Senduk D, AAAM, MKes, mengatakan berjemur di waktu-waktu tersebut sebaiknya tidak lebih dari 15 menit.
“Selain itu juga tetap disarankan untuk memakai sunblock sebelum berjemur,” katanya.
Anjuran untuk berjemur juga banyak disampaikan terkait pandemi virus corona COVID-19. Paparan sinar matahari disebut mampu meningkatkan daya tahan tubuh.(detik)
















