“Lembaga pendidikan umum maupun pesantren yang tersebar di seluruh Tanah Air, data yang saya miliki ada 28 ribu ponpes. Kita harus saling berbagi, saling bekerja sama, untuk memperkokoh fondasi Pancasila di kalangan siswa dan santri. Untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan keterampilan agar siswa dan santri kita memiliki karakter keindonesiaan yang kuat,” lanjut Jokowi.
Jokowi kemudian kembali berbicara kesejukan di tengah pandemi Corona dan menghindari provokasi dan ujaran kebencian. Pidato Jokowi itu disampaikan Menko PMK sekaligus Mensos ad interim Muhadjir Effendy.
“Semoga di tengah masa pandemi COVID-19 ini, janganlah diisi dengan hal-hal yang meresahkan masyarakat atau membuat berita-berita yang mengarah pada ujaran kebencian atau bersifat provokasi yang dapat mengarah pada disintegrasi bangsa,” kata Muhadjir pada Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional di akun YouTube Pemprov Sulut, Sabtu (19/12/2020).
Tepat di Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Jokowi berharap sifat gotong-royong masyarakat tergugah untuk menanggulangi dampak COVID-19. Adanya semangat kebersamaan itu, Jokowi menilai permasalahan bangsa dapat ditanggulangi.
“Melalui momentum Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional 2020, saya mengharapkan kiranya dapat menggugah kesadaran kita bersama, peduli, berbagi, gotong-royong dalam menanggulangi dampak COVID-19. Saya yakin apabila hal tersebut dilaksanakan dan menjadi budaya, maka kita dapat menghadapi tantangan dan permasalahan bangsa,” ujar Muhadjir membacakan pidato dari Jokowi.
Pemerintah juga berpesan kepada masyarakat untuk konsisten mematuhi protokol kesehatan. Dengan demikian, masyarakat sudah berperan dalam pencegahan COVID-19.
“Suka tidak suka, saat ini kita dihadapkan pada kebiasaan baru yang mengharuskan kita ke mana-mana selalu memakai masker, membawa hand sanitizer, sering mencuci tangan, selalu menjaga stamina tubuh, juga pola hidup sehat dan bersih, serta isolasi apabila terkena dampak COVID-19,” kata Muhadjir.(int-detik)
















