“Memang tugas pemimpin harus seperti itu, Ndi’. Kita wajib berusaha semaksimal mungkin melayani dan mengayomi warga, serta memberikan yang terbaik untuk daerah kita. Karena berbuat baik saja, belum tentu itu itu baik di mata semua orang. Apalagi kalau tidak berusaha berbuat baik sama sekali,” kata Amran Mahmud ketika ditanya mengenai aktivitas kesehariannya, belum lama ini.
Lalu, seperti apa menjaga kondisi tubuhnya agak tetap prima? Amran mengaku tak mengonsumsi obat-obatan khusus untuk menambah stamina. Melainkan berolahraga yang cukup, serta memanfaatkan waktu beristirahat sejenak jika berada di atas kendaraan menuju lokasi kegiatan.
Biasanya dari kegiatan ke kegiatan, apalagi yang jarak tempuhnya tergolong lebih satu jam, Amran memanfaatkan tidur sejenak, sekalipun hanya sekira 30 menit saja. Setelah itu kondisinya nampak fit lagi begitu sampai di lokasi yang didatangi, maupun ketika balik ke kantor atau ke rumah jabatan.
Informasi di bagian protokol maupun di bagian humas Pemkab Wajo, dalam sehari Amran rata-rata menghadiri sekira lima kegiatan resmi pemerintahan. Belum termasuk kegiatan lain yang sifatnya dadakan atau tidak masuk di agenda. Seperti menghadiri undangan pernikahan, melayat, kegiatan warga, maupun yang sifatnya menerima tamu di rumah jabatan dan di ruang kerja.
Aktivitas Bupati Wajo ini tidak hanya berlaku di hari kerja saja. Tetapi juga saat hari libur atau ‘tanggal merah’. Sehingga tak heran staf, ajudan, dan bagian terkait yang sering mengikuti Amran, harus selalu siap setiap saat di hari libur.
Kebiasaan lain ketua DPD PAN Wajo ini, yakni tak ingin berlama-lama jika melakukan perjalanan dinas ke luar daerah, atau provinsi. Seperti ketika ke Jakarta, maupun ke Makassar. Bila urusannya sudah selesai, maka langsung bergegas balik ke Wajo.
Malah beberapa kali, diagendakan lebih dua hari berada di luar daerah, namun justru tak sampai dua hari ia sudah balik lagi. Sebab bagi Amran Mahmud jika urusan atau kegiatan sudah selesai, ia berusaha tak mau memanfaatkan untuk beristirahat beberapa hari dulu. Tak jarang jika ada kegiatan di Makassar, ia memilih pulang-pergi.
Melihat aktivitas dan kebiasaan Bupati Wajo ini, tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi masyarakat. Pasalnya jika ada kepala daerah tulus mengabdi, dan bekerja keras memberikan yang terbaik bagi daerahnya, maka bisa menjadi tanda-tanda positif akan mengalami kemajuan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, dibutuhkan keseriusan pemimpin memulihkan kembali roda perekonomian dan geliat pembangunan. (hms-din)
Editor: Manaf Rachman

















