Standardisasi fisik, lanjut dia, bukan untuk mempermewah dan mempermegah masjid, tetapi bagaimana kebersihannya, sarana dan prasarananya, serta toilet maupun fasilitas lainnya.
Amran Mahmud mengungkapkan, dalam program Gemantik ini, bukan saja dari segi pembangunan fisik, tetapi juga melakukan pembinaan kepada generasi-generasi, mulai dari ketakwaan dan keimanannya.
“Saya sangat harapkan agar di setiap masjid ada pembinaan karakter anak-anak. Hadirkan Tempat Pengajian Al-Qur’an (TPA) supaya anak bisa banyak belajar membaca Al-Qur’an,” harapnya.
Dia juga mengharapkan agar semua masjid ada Madrasah Diniah Awaliyah (MDA) dan tahfidzul Qur’an supaya ilmu agama anak-anak terus bertambah. “Dengan adanya program ini, kita membuat jalan-jalan kebaikan dan selalu dekat dengan masjid,” jelasnya.
Yang paling pokok dalam Gemantik, kata dia, bagaimana masjid menjadi sentra pembinaan umat dan bagaiamana masjid itu menjadi tempat pembinaan generasi-generasi Qur’an. “Alhamdulillah melalui program Gemantik ini sudah ribuan mencetak ribuan penghafal Al-Qur’an,” ucapnya.
Sementara itu, Korda Komunitas Pendakwah Keren (KPK) Wajo, Ustaz Usman Pateha, berharap hadirnya KPK di Wajo makin banyak pendakwah yang menebar hikmah di jalan dakwah. (din)
Editor: Manaf Rachman
















