Home / Wajo

Sabtu, 31 Juli 2021 - 18:42 WIB

Masyarakat Keluhkan Penyaluran Pupuk Bersubsidi, Amran Mahmud Minta Dinas Pertanian Telusuri Letak Permasalahannya

Bupati Wajo H. Amran Mahmud saat mendengarkan dan menyerap aspirasi masyarakat Kecamatan Keera di rumah salah seorang tokoh masyarakat Desa Paojepe untuk mendengarkan dan menyerap aspirasi masyarakat setempat, Jumat 30 Juli 2021 malam.

Bupati Wajo H. Amran Mahmud saat mendengarkan dan menyerap aspirasi masyarakat Kecamatan Keera di rumah salah seorang tokoh masyarakat Desa Paojepe untuk mendengarkan dan menyerap aspirasi masyarakat setempat, Jumat 30 Juli 2021 malam.

MEDIAISNERGI.CO WAJO — Usai menyerap aspirasi di Kecamatan Pitumpanua, Bupati Wajo H. Amran Mahmud menuju Kecamatan Keera di rumah salah seorang tokoh masyarakat Desa Paojepe untuk mendengarkan dan menyerap aspirasi masyarakat setempat, Jumat 30 Juli 2021 malam.

Bupati pada kesempatan itu,  didampingi Kadis Perikanan, Camat Keera, Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian, Kabid Tanaman Pangan, dan pemerintah desa setempat dalam rangka mendengarkan aspirasi dan permintaan dari masyarakat setempat,

Pada kesempatan itu, persoalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat yang hadir adalah persoalan pupuk bersudsidi. Salah seorang dari mereka menyampaikan bahwa mereka paham yang namanya subsidi pasti terbatas.

Baca Juga:  Hasdar Sikki Terpilih Ketua PWI Takalar

“Kami mengerti Bapak Bupati, bahwa pupuk bersubsidi pasti terbatas, kami paham dan kami menerima semua itu,” kata salah seorang masyarakat yang hadir.

Akan tetapi, lanjutnya, yang membuat mereka heran jatah untuk petani yang punya lahan 2 hektare bisa mendapatkan pupuk bersubsidi, tetapi yang diterima hanya untuk 1 hektare.

“Kami minta tolong bapak Bupati agar dicarikan solusi atau ditelusuri proses bagian mana yang bermasalah,” tambahnya yang kemudian dibenarkan beberapa masyarakat yang hadir lainnya.

Baca Juga:  Hari Kedua, Signifikan Antusias Masyarakat di Wajo Ikuti Vaksinasi Massal

Menanggapi hal tersebut, Amran meminta kepada Dinas Pertanian melalui Kabid PSP untuk ditelusuri di mana letak proses yang berjalan tidak semestinya.

“Minta tolong Pak Kabid untuk ditelusuri di bagian mana ini yang ada kesalahan dari prosesnya, apakah dari pengusulan kelompok dalam bentuk Rencana Dedinitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) atau penginputan RDKK yang online sekarang yang mungkin ada kesalahan data, bisa juga ada memang oknum pengecer atau distributor yang ‘nakal’,” kata Amran Amran.

Share :

Baca Juga

HALO POLISI

Satlantas Polres Wajo Intensifkan Pengamanan dan Pengaturan Lalin Saat Sholat Jumat Masjid Raya Sengkang

Wajo

Polsek Maniangpajo Intensifkan Patroli Blue Light, Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Anabanua

Sulsel

DPRD Wajo Rekomendasikan Penyempurnaan Kajian Perubahan BUMD Wajo Energi Jaya

Sulsel

Polisi Amankan Pelaku Penikaman Irwansyah Hingga Tewas

Sulsel

DPRD Wajo Tampung Aspirasi Pedagang Pasar Mini Sengkang Soal Retribusi

Advertorial

Hadir Di Hari Jadi Wajo, Gubernur Sulsel Gelontorkan Bantuan 15 Milyar Untuk Wajo

Advertorial

HJW ke-627, Bupati Wajo Tekankan Persatuan dan Sinergi Pembangunan

Sulsel

Gubernur Sulsel Saksikan Bupati Wajo Anugerahkan Penghargaan kepada Kepala Diskominfotik