“Selama ini, beliau banyak membantu kami, terutama di periode kepemimpinan kami. Beliau yang merupakan Ketua Dewan Mesjid Indonesia Kabupaten Wajo bersama para pimpinan ormas islam yang lain banyak memberikan masukan dan saran dalam hal pembinaan dan kemashalatan ummat,” kenang Amran.
Terutama, lanjut Amran, pada saat pandemi melanda sejak tahun lalu, almarhum secara pribadi maupun kelembagaan banyak memberikan masukan dan saran dalam penanganan covid-19.
“Apalagi pada awal masa pandemi ketika kita dihadapkan pada kondisi dimana kegiatan keagaaman ditiadakan sementara di mesjid. Beliau bersama ketua ormas Islam yang lain memberikan pertimbangan kepada kami, mensupport kami untuk menerapkan kebijakan sesuai peraturan yang ada,” urainya dengan perasaan sedih.
Bukan hanya itu, Amran Mahmud juga mengapresiasi kinerja dan bantuan almarhum setiap ada bencana. Melalui Baznas, sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah berjalan baik untuk bersama meringankan beban korban bencana.
Secara khusus, Amran mengajak masyarakat untuk mendoakan kepergian almarhum. Menurutnya, semasa hidup beliau dikenal sebagai orang baik, sederhana dan bersahaja. “Mari kita doakan dan mengikhlaskan kepergian almarhum. Semoga Allah SWT menempatkannya ke dalam golongan orang-orang yang beruntung. Saya akrab dan kenal beliau adalah orang baik,” pintanya.
Sementara di tempat terpisah, Wakil Bupati Wajo, H. Amran juga menyampaikan ucapan duka cita. Ia ikut kehilangan sosok yang selama ini banyak berkonstribusi untuk Wajo, terutama di bidang keagamaan.
“Semoga beliau ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,” pungkasnya. (din)
Editor: Manaf Rachman
















