Amran pun menitipkan kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Kabupaten Wajo untuk mengawal program ini. “Saya berharap agar Jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Kabupaten Wajo untuk mengawal, mendampingi dan mengawasi program ini agar bantuan ini tidak sia-sia. Karena tanaman juga itu butuh perhatian dan perawatan” Kata Amran.
Amran menjelaskan bahwa untuk sukses itu dibutuhkan etos kerja, yaitu kerja keras, kerja ikhlas dan kerja ikhlas. “Kerja keras misalnya dengan rajin merawat tanaman karena tanaman itu berbeda hasil produksinya ketika dirawat dengan baik daripada ditanam dan dibiarkan begitu saja. Kerja ikhlas adalah bekerja dengan senang dan tanpa ada keterpaksaan sehingga semua terasa ringan dan tidak ada beban. Kerja cerdas ya seperti yang kita telah lakukan dengan belajar bagaimana ilmu budidaya kakao melalui sekolah lapang ini.”Jelas Amran.
Amran juga menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya ke Rahmatullah Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Bapak Andi Ardin Tjatjo. “Beliau adalah orang baik. Beliau selalu mengingatkan kepada saya untuk tidak stress dalam menghadapi Covid-19, semangat saja terus bekerja sehingga saya tidak pernah lupa kata- kata beliau. Sampai tiba-tiba datang kabar duka dari Makassar. Tentu kita merasa sangat kehilangan” Ucap Amran
“Oleh karena, melalui kesempatan ini itu mari kita sejenak mendoakan Almarhum, semoga amal ibadah dan perbuatan baik beliau diterima. Insya Allah beliau husnul khatimah” tambahnya seraya memimpin doa mendoakan Andi Ardi Tjatjo.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Prov. Sulsel, Pendamping sekaligus pemberi materi, Prof.Dr.Ir. H Nasaruddin, M.Si dan Prof. Dr. Ir. Ade Rosmana, DEA, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Wajo, Camat, Kapolsek dan Danramil Pammana serta para petani kakao.(din)
Editor: Manaf Rachman
















